Minggu, 21 Juni 2026

Saat BBM Mahal, Warga Dunia Putar Otak, mulai dari Gas, Carpool hingga WFH

Penulis : Indah Handayani
19 Apr 2026 | 15:08 WIB
BAGIKAN
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melayani konsumen saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (7/4/2026). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melayani konsumen saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (7/4/2026). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

JAKARTA, investor.id – Lonjakan harga energi global imbas ketegangan di Timur Tengah pada 2026 memaksa masyarakat di berbagai negara berpikir cepat. Hasilnya, muncul beragam cara unik, mulai dari konversi bahan bakar hingga berbagi kendaraan, untuk menekan biaya hidup.

Fenomena ini menunjukkan satu pola yang sama, yaitu ketika harga energi melonjak, masyarakat cenderung beradaptasi lewat perubahan perilaku harian dan solusi kolektif.

Di Peru, misalnya, banyak warga secara mandiri mengonversi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke gas alam yang lebih murah. Bahkan, bengkel kecil bermunculan menawarkan jasa konversi cepat sebagai solusi darurat. Tak hanya itu, sebagian masyarakat juga memilih bersepeda untuk menghemat pengeluaran energi.

ADVERTISEMENT

Sementara di Filipina, efisiensi dilakukan lewat sistem berbagi. Pengemudi transportasi umum mulai berbagi rute dan penumpang secara kolektif guna menekan konsumsi BBM. Untuk perjalanan jarak dekat, warga beralih ke sepeda atau berjalan kaki.

Langkah serupa terlihat di Vietnam. Masyarakat mengubah pola mobilitas dengan menggabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan. Selain itu, penggunaan kendaraan listrik berukuran kecil juga meningkat sebagai alternatif hemat energi.

Di Sri Lanka, krisis BBM yang sempat parah mendorong warga membentuk komunitas carpool. Bahkan, dalam satu lingkungan, penggunaan kendaraan diatur secara bergiliran untuk memastikan efisiensi.

Adaptasi berbeda terlihat di Kenya. Banyak warga beralih ke sepeda motor yang lebih hemat bahan bakar atau menggunakan transportasi informal. Di sisi lain, pelaku usaha kecil menyesuaikan jam operasional agar tidak terlalu bergantung pada distribusi berbahan bakar mahal.

Adapun di Mesir, masyarakat mulai meninggalkan kendaraan pribadi dan lebih mengandalkan transportasi umum maupun berbagi tumpangan.

Indonesia Tak Kalah Kreatif

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 1 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia