Bapanas Buka-bukaan Soal Kondisi Ketahanan Pangan Strategis
JAKARTA, investor.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan, ketahanan pangan pokok strategis domestik tergolong kuat. Hal ini mengacu pada sebagian besar atau mayoritas kebutuhan konsumsi masyarakat ditopang dari produksi dalam negeri.
Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengungkapkan bahwa, berdasarkan data yang ia paparkan, 8 dari total 11 jenis pangan pokok strategis, dipastikan dalam kondisi aman.
Adapun, komoditas yang dimaksud seperti beras, jagung, gula konsumsi, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Ia meyakini, diproyeksikan tidak ada importasi untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri.
"Kita (berhasil) memproduksi dan memenuhi kebutuhan. Ada kelebihan dan carry over stock-nya. Seperti beras, jagung bawang dan lain-lain," ungkap Ketut dalam acara diskusi di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Selain beras, jagung pakan juga dapat dikatakan telah swasembada karena Indonesia sudah setop impor jagung pakan sejak tahun 2025.
Indonesia sendiri, lanjut Ketut, hanya melakukan impor pada 3 komoditas pangan. Yakni kedelai, bawang putih, dan daging sapi yang tidak terlalu dominan.
Kendati demikian, Ketut memastikan pemerintah akan berupaya meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Termasuk pangan pokok strategis yang belum berdikari. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian, disebut sudah memulai akselerasi untuk mewujudkan peningkatan komoditas yang dimaksud.
"Ada kedelai dan bawang putih (yang dominan impor) ini yang diupayakan bisa dikejar produksinya," pungkasnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






