Minggu, 21 Juni 2026

RI-Polandia Jajaki Penguatan Kerjasama Sektor Pangan

Penulis : Erfan Ma’ruf
21 Apr 2026 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di kantor Kementerian Pertanian, Rabu (15/4/2026). (B-Universe Photo/Erfan Maruf)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di kantor Kementerian Pertanian, Rabu (15/4/2026). (B-Universe Photo/Erfan Maruf)

JAKARTA, investor.id - Di tengah ancaman krisis pangan yang terus bergejolak, Indonesia melakukan penguatan kerja sama dengan Polandia sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan. Hal itu disampaikan setelah pertemuan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono dengan Wakil Menteri Pertanian Polandia, Małgorzata Gromadzka di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta. 

Sudaryono dalam pertemuan itu menegaskan bahwa Indonesia mengambil posisi terbuka dalam kerja sama internasional, termasuk memanfaatkan momentum perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa untuk memperkuat sistem pangan nasional.

“Indonesia adalah negara yang terbuka. Kita nonblok dan kita kerja sama dengan siapapun, termasuk mengambil kesempatan yang besar. Kita ingin kerja sama dalam hal ini, kerja sama dagang antara ekspor-impor dan kemudian hal-hal yang lain yang barangkali bisa termasuk investment,” kata Sudaryono dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (11/4/2026). 

ADVERTISEMENT

Menurutnya, di tengah tekanan global akibat konflik, perang, dan disrupsi rantai pasok, kerja sama antarnegara tidak bisa lagi bersifat umum, tetapi harus konkret melalui pembukaan akses pasar, penyederhanaan prosedur teknis, serta penguatan investasi dan riset pertanian.

“Kita berbicara tentang bagaimana kita bisa meningkatkan kerja sama antara negara-negara dalam bidang perdagangan, investasi, hingga penelitian, dan sebagainya. Karena kesempatan sudah terbuka, terutama dalam situasi yang sulit ini, di tengah-tengah konflik, perang, dan krisis baru-baru ini, peran bilateral antara negara-negara akan menjadi peran yang sangat penting untuk bagaimana negara-negara ini memenuhi keinginan masyarakatnya,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara secara teknis membahas peluang dan tantangan perdagangan sejumlah komoditas strategis. Polandia mendorong ekspor produk pangan seperti daging sapi, produk susu, gandum, hingga buah berry, sementara Indonesia menekankan pentingnya pemenuhan standar kesehatan, sertifikasi veteriner, serta proses audit sebelum akses pasar dibuka.

Indonesia juga menegaskan sikap kehati-hatian untuk komoditas tertentu, seperti unggas, dengan mempertimbangkan faktor keamanan hayati serta perlindungan produksi dalam negeri. Di sisi lain, peluang tetap terbuka untuk komoditas lain sepanjang memenuhi persyaratan teknis dan kebutuhan pasar domestik.

Sudaryono menekankan bahwa sektor pertanian memiliki dimensi strategis yang jauh melampaui perdagangan semata, karena berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan masyarakat.

“Terutama agrikultur yang sangat penting, karena agrikultur artinya makanan, bagaimana kita bisa mengamankan makanan kita untuk Indonesia, dan juga bagaimana negara lain, seperti Polandia juga bisa menjaga makanan mereka untuk mereka sendiri,” tegasnya.

RI-Polandia Sepakati Kerjasama Pengadaan Komoditas Ini

Lebih lanjut, kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama melalui pembentukan kelompok kerja teknis guna mempercepat penyelesaian berbagai protokol perdagangan, termasuk untuk komoditas daging sapi dan produk susu. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses audit, penyelarasan standar, serta implementasi perdagangan secara langsung setelah persyaratan terpenuhi.

Selain itu, kerja sama juga akan diperluas melalui pertemuan pelaku usaha, penjajakan investasi, serta peluang penandatanganan nota kesepahaman antar pemerintah guna memperkuat kerangka kerja sama jangka panjang.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Polandia Małgorzata Gromadzka menilai bahwa kerja sama dengan Indonesia memiliki potensi besar karena kedua negara memiliki karakteristik produksi yang saling melengkapi.

“Saya sangat senang dapat berkunjung di Indonesia dan dapat berdiskusi tentang produk pertanian, kita bekerja sama dalam pertukaran produk agrikultur,” ujarnya.

Ia juga menyoroti posisi strategis Polandia sebagai pintu masuk pasar Eropa, sekaligus melihat Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia.

“Saya percaya kita memiliki banyak kesamaan untuk kerja sama mutual dan saya percaya bahwa kita merupakan negara yang saling melengkapi. Saya juga percaya bahwa Polandia bisa menjadi jendela untuk EU bagi Indonesia, dan juga Indonesia bisa menjadi jendela bagi Polandia untuk negara Asia. Saya percaya kita memiliki banyak kesempatan untuk meningkatkan kerja sama bilateral,” jelasnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 28 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 59 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia