Minggu, 21 Juni 2026

Serapan Tenaga Kerja Menyusut, Pengusaha Minta Insentif Lebih Terarah

Penulis : Arnoldus Kristianus
24 Apr 2026 | 13:12 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani (Sumber : Humas Apindo)
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani (Sumber : Humas Apindo)

JAKARTA, investor.id - Kalangan pengusaha menilai rencana pemerintah untuk menggeser insentif fiskal ke sektor padat karya akan menjadi langkah penyeimbang antara penciptaan lapangan kerja dan penguatan struktur industri.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan saat ini, struktur investasi masih cukup didominasi oleh sektor padat modal seperti industri logam dasar dan pertambangan, sehingga wajar jika pemerintah mendorong sektor dengan daya serap tenaga kerja lebih besar.

Dia mengatakan pada tahun pada 2013, setiap tambahan Rp 1 triliun investasi mampu menyerap lebih dari 4.500 tenaga kerja baru. Sedangkan pada 2025, angka serap tenaga kerja per Rp 1 triliun investasi hanya sekitar 1.400 orang.

ADVERTISEMENT

“Penurunan ini menunjukkan bahwa meskipun total nilai investasi tinggi, efek langsung terhadap penciptaan lapangan kerja relatif lebih rendah dibandingkan dekade lalu, yang sebagian dipengaruhi oleh meningkatnya proporsi investasi di sektor padat modal,” ucap Shinta saat dihubungi pada Jumat (24/4/2026).

Shinta menilai insentif fiskal akan optimal apabila dirancang secara targeted dan berbasis hasil (outcome). Lebih baik insentif menyasar dan berdampak langsung kepada industri. Insentif juga perlu dikaitkan dengan indikator kinerja seperti penyerapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas produksi, ekspor, maupun upgrading teknologi akan memberikan dampak yang lebih nyata terhadap perekonomian.

Tanpa desain seperti ini, terdapat risiko bahwa insentif hanya mendorong pergeseran aktivitas ekonomi tanpa menciptakan nilai tambah baru.

“Oleh karena itu, penting untuk memastikan adanya mekanisme evaluasi yang jelas dan terukur” tutur Shinta.

Lebih lanjut, untuk memastikan sektor padat karya dapat berkembang secara berkelanjutan, pendekatan kebijakan perlu mendorong peningkatan kualitas, bukan sekadar kuantitas. Hal ini mencakup penguatan ekosistem industri, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta dorongan terhadap adopsi teknologi yang relevan.

“Selain itu, agenda penurunan high-cost economy (ekonomi berbiaya tinggi) juga menjadi perhatian serius dunia usaha, terutama karena berdampak pada struktur biaya di industri padat karya,” jelas Shinta.

Menurut dia, pemerintah harus terus melakukan deregulasi, penurunan biaya berusaha, hingga penyederhanaan birokrasi serta harmonisasi kebijakan pusat-daerah. Dengan pendekatan tersebut, sektor padat karya dapat tetap kompetitif sekaligus bergerak menuju aktivitas dengan produktivitas yang lebih tinggi dan terintegrasi dalam rantai pasok yang lebih luas.

Insentif Fokus ke Sektor Hilirisasi nikel

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 32 detik yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 29 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 60 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia