Minggu, 21 Juni 2026

Kemenpar Geser Fokus Pemasaran Pariwisata RI dari Eropa-AS ke Kawasan Asia-Pasifik

Penulis : Prisma Ardianto
24 Apr 2026 | 15:39 WIB
BAGIKAN
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyampaikan sambutannya dalam forum The Iconomics CEO Forum & Awards yang bertajuk "Resilient Leadership in the Age of Disruption" di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Foto: Kemenpar)
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyampaikan sambutannya dalam forum The Iconomics CEO Forum & Awards yang bertajuk "Resilient Leadership in the Age of Disruption" di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Foto: Kemenpar)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi menjalankan strategi pemasaran adaptif dengan mengalihkan fokus pasar internasional dari Eropa dan Amerika Serikat ke kawasan Asia-Pasifik. Langkah pivot ini diambil sebagai respons atas dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah yang mulai berdampak pada sektor pariwisata.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa industri pariwisata sangat sensitif terhadap perubahan stabilitas internasional. Oleh karena itu, penyesuaian strategi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga resiliensi sektor ini.

“Langkah refocusing yang kami lakukan adalah pivot. Dari sebelumnya berfokus pada pasar Eropa dan Amerika, kini kami mengarahkan perhatian lebih besar ke kawasan Asia,” ujar Made dalam keterangannya pada Jumat (24/4/2026).

ADVERTISEMENT

Pemerintah kini memprioritaskan tujuh pasar strategis, yakni Malaysia, Singapura, Jepang, China, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Ketujuh wilayah ini dipilih karena kedekatan geografis dan ketersediaan akses penerbangan langsung yang tidak melewati wilayah konflik.

“Pasar-pasar ini lebih dekat, tidak memerlukan transit melalui kawasan Timur Tengah, dan relatif tidak terdampak lonjakan harga tiket yang signifikan,” jelas Made.

Meski demikian, Made mengakui strategi ini memicu persaingan ketat dengan negara-negara tetangga. Guna menyiasatinya, Kemenpar memperkuat inovasi melalui program co-branding partners bersama merek lokal maupun internasional untuk memperluas jangkauan promosi.

“Kami menggandeng berbagai mitra untuk berkolaborasi mempromosikan pariwisata Indonesia secara lebih kreatif dan efektif, termasuk melalui penyelenggaraan berbagai event di daerah,” tambahnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 52 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia