Kemenpar Geser Fokus Pemasaran Pariwisata RI dari Eropa-AS ke Kawasan Asia-Pasifik
JAKARTA, investor.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi menjalankan strategi pemasaran adaptif dengan mengalihkan fokus pasar internasional dari Eropa dan Amerika Serikat ke kawasan Asia-Pasifik. Langkah pivot ini diambil sebagai respons atas dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah yang mulai berdampak pada sektor pariwisata.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa industri pariwisata sangat sensitif terhadap perubahan stabilitas internasional. Oleh karena itu, penyesuaian strategi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga resiliensi sektor ini.
“Langkah refocusing yang kami lakukan adalah pivot. Dari sebelumnya berfokus pada pasar Eropa dan Amerika, kini kami mengarahkan perhatian lebih besar ke kawasan Asia,” ujar Made dalam keterangannya pada Jumat (24/4/2026).
Pemerintah kini memprioritaskan tujuh pasar strategis, yakni Malaysia, Singapura, Jepang, China, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Ketujuh wilayah ini dipilih karena kedekatan geografis dan ketersediaan akses penerbangan langsung yang tidak melewati wilayah konflik.
“Pasar-pasar ini lebih dekat, tidak memerlukan transit melalui kawasan Timur Tengah, dan relatif tidak terdampak lonjakan harga tiket yang signifikan,” jelas Made.
Meski demikian, Made mengakui strategi ini memicu persaingan ketat dengan negara-negara tetangga. Guna menyiasatinya, Kemenpar memperkuat inovasi melalui program co-branding partners bersama merek lokal maupun internasional untuk memperluas jangkauan promosi.
“Kami menggandeng berbagai mitra untuk berkolaborasi mempromosikan pariwisata Indonesia secara lebih kreatif dan efektif, termasuk melalui penyelenggaraan berbagai event di daerah,” tambahnya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






