Pemerintah Genjot Industri Sawit Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA, investor.id - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) terus mendorong komoditas kelapa sawit dan produk turunannya untuk menjadi salah satu motor penggerak dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan kontribusi mencapai 3,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), industri sawit dinilai memiliki peran strategis dalam menopang target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Ferry Irawan mengungkapkan bahwa berdasarkan capaian ekonomi hingga kuartal IV 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,39%. Angka ini dinilai cukup solid di tengah dinamika global, dengan industri sawit menjadi salah satu kontributor penting.
Untuk kuartal I-2026, Ferry menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai sekitar 5,5%. Selain itu, tingkat inflasi juga diharapkan tetap terjaga di kisaran 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1%.
"Sampai dengan kuartal IV-2025 itu kan masih sangat bagus, 5,39 tentu itu ada peran industri sawit disitu. Dan di 2026 ini kita harapkan momentum terus berlanjut," ungkap Ferry dalam acara Investortrust Power Talk di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Dalam konteks tersebut, peran industri kelapa sawit menjadi sangat krusial. Selain kontribusinya terhadap PDB, sektor ini juga menjadi salah satu penggerak utama ekspor nasional.
Ferry membeberkan, sepanjang 2025, nilai ekspor sawit tercatat mencapai 40 miliar dolar AS dengan volume ekspor sekitar 38,84 juta ton, atau meningkat 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja positif ini diharapkan terus berlanjut pada 2026.
Ferry juga mengungkapkan, industri sawit tidak hanya berperan sebagai penggerak ekspor, tetapi juga sebagai sumber devisa negara, pendorong industri hilir, serta tulang punggung perekonomian nasional.
Selain aspek ekspor, Ferry juga terus mendorong pemanfaatan sawit dalam negeri untuk ketahanan energi, melalui implementasi program biodiesel B50.
Baca Juga:
Siap Dirikan KEK Keuangan, Airlangga: Agar Investasi Global Tak Cuma Dinikmati Negara Tetangga"Industri kelapa sawit tidak hanya jadi penggerak ekspor, tapi juga sumber devisa, penggerak industri hilir maupun tulang punggung perekonomian. Nah menarik juga implementasi B50," pungkasnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






