Kamis, 14 Mei 2026

APTI Minta Pemerintah Jaga Kedaulatan Ekonomi Pertanian

Penulis :  Imam Suhartadi
14 Mei 2026 | 17:20 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi petani tembakau. ( Foto: Istimewa )
Ilustrasi petani tembakau. ( Foto: Istimewa )

JAKARTA, investor.id – Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Parmuji menilai, pentingnya menegakkan kedaulatan ekonomi pertanian.

Agus menekankan selama ini petani tembakau telah memberikan kontribusi besar bagi negara, meskipun seringkali para petani tembakau malah kesulitan mengakses bantuan seperti pupuk subsidi. 

Dia juga berpendapat penetapan batas maksimal nikotin dan tar yang dinilai tidak relevan dengan kondisi alamiah tembakau Indonesia.

ADVERTISEMENT

Aturan nikotin maksimal 1 miligram per batang dan tar 10 milligram per batang yang diusulkan oleh tim penyusun kajian Kementerian Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan dianggap mustahil dipenuhi oleh tembakau hasil panen petani di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa.

Aturan tersebut dikhawatirkan dapat membuat serapan tembakau lokal yang memiliki karakteristik kadar nikotin dan tar yang secara alamiah cenderung lebih tinggi.

"Jika itu dipaksakan, maka karakter pertanian yang ada di Indonesia itu akan tersingkirkan," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Dia melihat ada ketidakadilan dalam proses perancangan regulasi penetapan batas tar dan nikotin karena aspirasi petani dianggap belum tertampung secara jujur. Dia menyinggung kegiatan public hearing yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) beberapa waktu lalu. 

Dalam kegiatan itu dipaparkan hasil penelitian yang cenderung sudah diarahkan untuk menjadi poin-poin pasal tanpa melalui musyawarah yang melibatkan unsur petani secara mendalam.

"Indonesia adalah negara agraris yang memiliki ekosistem petani yang berbeda dengan negara lain. Saya berharap pemerintah tidak sekadar meniru negara-negara lain tanpa mempertimbangkan realitas di lapangan dan dampak aturan tersebut secara komprehensif," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Henry Najoan mengungkapkan wacana kebijakan pembatasan kadar nikotin dan tar serta pemberlakuan kandungan bahan tambahan sangat berisiko untuk industri kretek yang sangat bergantung pada bahan baku lokal.

Penetapan batas maksimal nikotin dan tar tidak relevan dengan kondisi alamiah tembakau Indonesia, seperti tembakau Temanggung yang secara alami memiliki kadar nikotin tinggi.

Pembatasan tersebut dianggap sebagai langkah yang dapat menghentikan operasional produksi dalam negeri. Ia mengatakan, setiap keputusan dalam sektor pertembakauan juga harus mempertimbangkan keterlibatan enam juta orang yang menggantungkan hidup di sepanjang rantai industri, terlebih karena karakteristiknya yang padat karya.

"Pembatasan nikotin dan tar tidak hanya mempengaruhi bisnis dan kelangsungan operasional semata, tetapi akan menjadi alarm banyaknya pabrik yang akan gulung tikar karena kesulitan memenuhi ketentuan tersebut," tegasnya.

Persoalan lain yang disoroti adalah rencana pelarangan sejumlah bahan tambahan pada produk tembakau. Henry menilai langkah ini akan merusak profil cita rasa khas kretek yang selama ini telah menjadi identitas produk nasional. 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 5 menit yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 30 menit yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Business 52 menit yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 57 menit yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Market 1 jam yang lalu

Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026

Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level ini
National 2 jam yang lalu

Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Dinilai sebagai Langkah Strategis

Pengamat sosial Dr. Serian Wijatno menilai kenaikan pangkat Irjen Pol Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan langkah strategis di tengah kompleksitas tantangan keamanan di Jakarta.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia