Kamis, 14 Mei 2026

BI Klaim Rupiah Makin Sulit Dipalsukan, Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Penulis : Akmalal Hamdhi
13 Mei 2026 | 20:12 WIB
BAGIKAN
Pelajar memeriksa keaslian uang kertas saat kegiatan literasi keuangan kepada pelajar di Denpasar, Bali, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Pelajar memeriksa keaslian uang kertas saat kegiatan literasi keuangan kepada pelajar di Denpasar, Bali, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mencatat tren peredaran uang palsu di tanah air terus mengalami penurunan signifikan. Rasio temuan uang palsu kini menyusut dari 5 piece per million (ppm) menjadi mendekati angka 1 ppm, yang menandakan terjadi penguatan sistem keamanan mata uang garuda.

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menjelaskan bahwa rasio 1 ppm berarti hanya ditemukan satu lembar uang palsu dalam setiap satu juta lembar uang rupiah yang beredar. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil nyata dari pengembangan teknologi pencetakan rupiah yang semakin mutakhir sehingga semakin sulit untuk direplikasi oleh pihak tidak bertanggung jawab.

“Itu luar biasa. Ini tidak lepas dari sinergi yang erat dan penguatan dari sisi teknologi sehingga mudah dikenali dan sulit dipalsukan,” ujar Ricky dalam konferensi pers pemusnahan rupiah palsu di Kantor BI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Ricky memaparkan bahwa peningkatan kualitas uang rupiah dilakukan secara komprehensif, mencakup bahan dasar uang, teknologi cetak, hingga penerapan unsur pengamanan modern. Inovasi ini diklaim mempermudah masyarakat dalam memverifikasi keaslian uang secara mandiri.

Kualitas uang rupiah bahkan telah mendapat pengakuan di kancah internasional. Uang pecahan Rp 50.000 Tahun Emisi 2022, misalnya, pernah dinobatkan sebagai seri uang terbaik dalam IACA Currency Award 2023. Tak hanya itu, pada November 2024, pecahan yang sama menduduki peringkat kedua dunia sebagai uang paling aman karena memiliki 17 unsur pengamanan canggih.

Alhamdulillah peningkatan kualitas dari uang rupiah ini dilakukan dan diakui oleh dunia,” tambah Ricky.

Berdasarkan penelitian internal BI, mayoritas uang palsu yang ditemukan saat ini memiliki kualitas yang sangat rendah. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan konsisten menggunakan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) guna memastikan keaslian uang yang diterima.

Selain faktor teknologi, Ricky menekankan pentingnya peran aktif publik dalam menjaga integritas mata uang nasional. BI terus menggencarkan kampanye Cinta, Paham, dan Bangga Rupiah, serta mengingatkan masyarakat untuk merawat uang fisik melalui prinsip "5 Jangan": jangan dilipat, dicoret, distaples, diremas, dan dibasahi.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa merawat uang rupiah dengan baik agar tetap mudah dikenali keasliannya,” ucap Ricky.

Menutup keterangannya, Ricky mengapresiasi kerja sama lintas lembaga dalam pemberantasan uang palsu, termasuk dukungan dari Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal), BIN, Kementerian Keuangan, Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, Mahkamah Agung, dan Pengadilan Negeri.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 12 menit yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 17 menit yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Market 30 menit yang lalu

Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026

Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level ini
National 53 menit yang lalu

Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Dinilai sebagai Langkah Strategis

Pengamat sosial Dr. Serian Wijatno menilai kenaikan pangkat Irjen Pol Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan langkah strategis di tengah kompleksitas tantangan keamanan di Jakarta.
Business 1 jam yang lalu

Pengawasan Barcode BBM Perlu Diperketat

Pengawasan distribusi BBM diminta diperketat menyusul antrean panjang dan dugaan penyalahgunaan barcode subsidi.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

DBS Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1%

DBS merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi RI tahun 2026 dari 5,3% menjadi 5,1%. Asumsikan aktivitas riil menurun dan ruang fiskal terbatas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia