Minggu, 21 Juni 2026

El Nino Datang Lagi, Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman hingga 2027

Penulis : Celvin Moniaga Sipahutar
18 Jun 2026 | 20:07 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto melakukan sidak langsung ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang usai menyampaikan pengarahan kepada Ketua DPRD seluruh Indonesia, belum lama ini. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)
Presiden Prabowo Subianto melakukan sidak langsung ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang usai menyampaikan pengarahan kepada Ketua DPRD seluruh Indonesia, belum lama ini. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman meski Indonesia berpotensi menghadapi fenomena El Nino pada paruh kedua 2026. Dengan cadangan beras yang besar dan produksi yang masih berlanjut, pemerintah menilai kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi hingga tahun depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran setelah melaporkan kondisi pangan nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Amran mengungkapkan cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di Perum Bulog saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Selain itu, terdapat potensi produksi dari padi siap panen (standing crop) yang diperkirakan mencapai 10-11 juta ton.

ADVERTISEMENT

Di luar itu, stok beras yang tersimpan di rumah tangga, hotel, restoran, dan berbagai saluran distribusi lainnya diperkirakan mencapai 12,5 juta ton. “Artinya dengan cadangan ini, stok beras cukup untuk 10-11 bulan ke depan,” ujar Amran.

Menurut dia, dengan asumsi perhitungan konservatif, ketersediaan beras nasional masih mencukupi hingga April 2027. Pada saat yang sama, musim panen raya diperkirakan kembali berlangsung pada Maret 2027 sehingga dapat memperkuat pasokan pangan nasional.

El Nino Datang Lagi, Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman hingga 2027
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6/2026). (B-Universe Photo/Celvin Moniaga Sipahutar)

Amran menilai kondisi tersebut memberikan ruang yang cukup bagi pemerintah untuk mengantisipasi dampak El Nino yang sebelumnya telah diperkirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Untuk mengurangi risiko kekeringan terhadap produksi pangan, pemerintah telah menyiapkan berbagai program pendukung, mulai dari pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, hingga pompanisasi.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program optimalisasi lahan, termasuk lahan rawa yang sebelumnya hanya dapat dipanen satu kali dalam setahun menjadi dua hingga tiga kali panen.

“Kita sudah membangun embung, kemudian irigasi pompa, sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan yaitu lahan rawa yang biasanya panen satu kali, jadi dua kali dan tiga kali,” kata Amran.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis produksi pangan nasional tetap terjaga dan kebutuhan beras masyarakat dapat terpenuhi meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem pada musim kemarau mendatang.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 4 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia