Sabtu, 4 April 2026

Harga Emas Berpeluang Tembus Level Ini Pekan Depan

Penulis : Indah Handayani
21 Feb 2026 | 14:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas
Sumber; AP
ilustrasi harga emas Sumber; AP

JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki ruang kenaikan pada pekan depan, dengan potensi menembus level US$ 5.400 per ons troi. Prospek bullish ini didukung meningkatnya ketegangan geopolitik global, permintaan safe haven yang kuat, serta keyakinan investor bahwa tren kenaikan emas belum berakhir.

Harga emas ditutup melonjak 2,1% ke level US$ 5.104,3 per ons troi pada Jumat 20/2/2026). Harga emas dunia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 5.595,46 pada 29 Januari lalu.

Berdasarkan survei mingguan Kitco News, mayoritas analis Wall Street dan investor ritel (Main Street) tetap optimistis terhadap pergerakan emas dalam jangka pendek. Sekitar 69% analis memperkirakan harga emas akan menembus level US$ 5.100 per ons troi dalam waktu dekat, sementara 63% investor ritel juga memproyeksikan kenaikan lanjutan pada pekan depan.

Harga emas spot memulai pekan di kisaran US$5.022 per ons troi, namun sempat tertekan hingga menyentuh level terendah mingguan di sekitar US$ 4.850 per ons troi akibat aksi jual dan minimnya partisipasi pasar Asia selama libur Tahun Baru Imlek.

Namun, situasi berbalik drastis pada paruh kedua pekan. Lonjakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai. Harga emas akhirnya ditutup menguat tajam dan kembali mendekati resistance penting di level US$5.100 per ons troi.

Analis senior Kitco Jim Wyckoff mengatakan meningkatnya risiko konflik global menjadi pendorong utama kenaikan harga emas. “Permintaan safe haven terus meningkat karena pasar melihat potensi konflik besar, sehingga mendukung kenaikan harga logam mulia,” ujarnya.

CPM Group bahkan merekomendasikan posisi beli emas dengan target awal US$5.225, serta potensi lonjakan menuju US$5.400 hingga US$5.500 per ons troi dalam waktu dekat.

Menurut CPM Group, volatilitas harga emas diperkirakan tetap tinggi di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global. Namun, arah pergerakan secara keseluruhan masih cenderung naik.

“Emas memiliki kecenderungan bergerak lebih tinggi dalam beberapa pekan dan bulan ke depan, didukung kondisi geopolitik, permintaan fisik yang kuat, serta pola teknikal yang positif,” tulis CPM Group dalam laporannya.

Analisis Teknikal Emas

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 2 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 12 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 48 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 1 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 2 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia