Ahli Sebut Harga Emas Bakal Berakhir Begini
JAKARTA, investor.id - Pergerakan harga emas global diproyeksikan tetap memiliki peluang untuk melanjutkan tren kenaikan pada pekan terakhir Februari, meskipun saat ini pasar tengah mengalami periode konsolidasi setelah mencatat reli yang signifikan dalam beberapa waktu sebelumnya.
Berdasarkan kajian terbaru dari Dupoin Futures, logam mulia tersebut masih mempertahankan kecenderungan bullish dalam jangka menengah, dengan kombinasi dukungan dari indikator teknikal serta faktor fundamental yang masih menguntungkan.
Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, mengungkapkan bahwa secara teknikal, struktur tren emas pada timeframe H4 masih menunjukkan dominasi tren naik. Namun demikian, kondisi pasar saat ini mencerminkan fase konsolidasi, di mana harga bergerak dalam rentang terbatas setelah sebelumnya mengalami lonjakan tajam.
“Situasi ini menunjukkan adanya keseimbangan sementara antara kekuatan beli dan tekanan jual, karena investor cenderung mengambil sikap wait and see sambil menunggu faktor pemicu baru yang dapat memberikan arah pergerakan lebih jelas,” ungkap Andy dalam laporannya dikutip Sabtu (21/2/2026).
Fase konsolidasi ini umumnya terjadi setelah kenaikan harga yang kuat, di mana pelaku pasar melakukan evaluasi ulang terhadap posisi mereka. Dalam kondisi seperti ini, sentimen pasar sangat bergantung pada rilis data ekonomi utama, khususnya dari Amerika Serikat, yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter dan kekuatan dolar AS ke depan.
Andy Nugraha menjelaskan bahwa selama momentum bullish tetap terjaga dan harga tidak menembus level support penting, maka emas berpeluang untuk kembali melanjutkan kenaikan.
Dalam skenario optimistis, XAU/USD diperkirakan mampu bergerak menuju area resistance di kisaran 5.100 pada pekan depan.
“Target ini dinilai realistis secara teknikal apabila sentimen positif tetap mendominasi, terutama jika dolar AS mengalami pelemahan dan permintaan terhadap aset safe haven tetap tinggi,” papar Andy.
Selain faktor teknikal, kondisi fundamental global juga terus memberikan dukungan terhadap harga emas. Ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung serta kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global membuat investor tetap mempertimbangkan emas sebagai aset perlindungan nilai. Dalam situasi volatilitas yang tinggi, emas sering kali menjadi pilihan utama karena sifatnya yang relatif stabil dibandingkan instrumen berisiko lainnya.
Lebih lanjut, ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mulai mengarah pada kebijakan moneter yang lebih longgar turut memberikan sentimen positif bagi emas. Potensi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral AS dapat memberikan tekanan terhadap dolar AS, yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik emas bagi investor internasional. Hal ini disebabkan oleh hubungan terbalik antara dolar dan emas, di mana pelemahan dolar cenderung mendorong kenaikan harga logam mulia tersebut.
Permintaan emas dari bank sentral dan institusi besar juga tetap menunjukkan tren yang solid. Bank sentral di berbagai negara terus meningkatkan cadangan emas mereka sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan perlindungan terhadap ketidakstabilan ekonomi global. Permintaan yang konsisten dari institusi besar ini membantu menjaga struktur tren naik emas dalam jangka menengah, meskipun pergerakan jangka pendek masih diwarnai oleh fluktuasi.
Skenario Negatif
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






