Harga Emas Bersiap Masuk Babak Baru
JAKARTA, investor.id - Harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk naik lebih lanjut, meski bakal bergerak fluktuatif pada tahun ini.
“Kami tetap optimis (pada harga emas) hingga tahun 2026,” kata Trevor Yates, analis investasi senior dan AVP di Global X, dikutip dari MarketWatch, Minggu (22/2/2026).
Yates mengatakan, optimisme pada berlanjutnya reli emas didukung oleh sentimen pembelian emas besar-besaran oleh bank-bank sentral global, alokasi investor Barat yang terbatas, dan prospek utang global yang semakin berat.
"Kami memperkirakan bank sentral akan tetap menjadi pembeli besar di masa mendatang, karena mereka terus berupaya untuk mendiversifikasi cadangan aset, dengan emas berada di jalur untuk menjadi aset cadangan dominan," bebernya.
Adapun manajer portofolio di Midas Funds, Thomas Winmill memproyeksi harga emas bisa menembus kisaran US$ 6.000 per troy ons.
Baca Juga:
Harga Emas Bisa Tembus Batas Atas“Di Midas, kami melihat pembelian emas oleh bank sentral asing dan kebijakan pemerintah AS untuk mendevaluasi dolar AS sebagai faktor yang menyebabkan harga emas terus meningkat dan berakhir tahun 2026 di atas US$ 6.000 per troy ons," ujarnya.
Sementara itu, analis di Flynn Zito Capital Management, Ryan Haiss menilai flutktuasi harga emas merupakan hal yang wajar di pasar komoditas. Dijelaskannya, emas tidak menghasilkan pendapatan atau arus kas seperti saham, sehingga harga logam mulia sebagian besar dipengaruhi oleh sentimen investor, suku bunga, ekspektasi inflasi, dan ketidakpastian pasar.
"Selama periode volatilitas atau tekanan geopolitik, emas sering bertindak sebagai aset safe-haven yang dianggap aman. Meskipun demikian, setelah kenaikan yang kuat yang kita lihat selama setahun terakhir, bukan hal yang aneh jika harga emas terus berfluktuasi," paparnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






