Sabtu, 4 April 2026

Harga Emas Siap Naik Perkasa ke Level Ini

Penulis : Natasha Khairunisa
22 Feb 2026 | 12:39 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc)

JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia diprediksi memiliki peluang untuk menguat lebih lanjut pekan depan.

"Kalau harga emas dunia naik, resisten pertama itu di US$ 5.178 per troy ons. Kemungkinan terjadi di hari Senin (23/2)," ungkap pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/2/2026).

"Kemudian sampai hari Jumat dan Sabtu, jika harga emas kembali naik maka resisten kedua di US$ 5.263," lanjutnya.

Dia memprediksi support pertama harga emas di US$ 5.045 per troy ons jika mengalami penurunan, dan support kedua di US$ 4.953 per troy ons jika kembali melemah.

Ibrahim menjelaskan, fluktuasi harga emas didorong oleh sentimen geopolitik yang terus memanas, di mana investor dan pasar khawatir tentang potensi konflik setelah pejabat Israel dan Amerika Serikat menunda diskusi terkait isu nuklir di Iran. Perkembangan tersebut menimbulkan kekhawatiran terjadinya konflik panjang di Timur Tengah.

"(Konflik) ini bersiko mengganggu pasukan minyak mentah dunia yang dapat naik tinggi, sehingga memicu lonjakan inflasi yang membuat harga emas kembali mengalami kenaikan," jelasnya.

Ibrahim juga melihat, kenaikan harga emas akan didukung oleh sentimen dinamika kebijakan di Amerika Serikat, setelah proses pengadilan Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Presiden Donald Trump tidak memiliki wewenang untuk menggunakan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional terkait tarif dagang merupakan tindakan ilegal.

Selain itu, harga emas juga berpeluang didukung oleh ekspektasi yang menguat seputar pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang akan mengganti kepemimpinan pada bulan Mei mendatang.

"Data tenaga kerja dan inflasi AS terus membaik, angka pengangguran juga terus menurun. Bisa saja pada saat Kevin Warsh mulai memimpin The Fed akan lebih banyak lagi penurunan suku bunga sehingga membuat dolar AS mengalami pelemahan dan menjadi penggerak positif terhadap harga emas dunia," pungkas Ibrahim.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 16 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 25 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia