Harga Emas Siap Naik Perkasa ke Level Ini
JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia diprediksi memiliki peluang untuk menguat lebih lanjut pekan depan.
"Kalau harga emas dunia naik, resisten pertama itu di US$ 5.178 per troy ons. Kemungkinan terjadi di hari Senin (23/2)," ungkap pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/2/2026).
"Kemudian sampai hari Jumat dan Sabtu, jika harga emas kembali naik maka resisten kedua di US$ 5.263," lanjutnya.
Dia memprediksi support pertama harga emas di US$ 5.045 per troy ons jika mengalami penurunan, dan support kedua di US$ 4.953 per troy ons jika kembali melemah.
Ibrahim menjelaskan, fluktuasi harga emas didorong oleh sentimen geopolitik yang terus memanas, di mana investor dan pasar khawatir tentang potensi konflik setelah pejabat Israel dan Amerika Serikat menunda diskusi terkait isu nuklir di Iran. Perkembangan tersebut menimbulkan kekhawatiran terjadinya konflik panjang di Timur Tengah.
Baca Juga:
Harga Emas Bersiap Masuk Babak Baru"(Konflik) ini bersiko mengganggu pasukan minyak mentah dunia yang dapat naik tinggi, sehingga memicu lonjakan inflasi yang membuat harga emas kembali mengalami kenaikan," jelasnya.
Ibrahim juga melihat, kenaikan harga emas akan didukung oleh sentimen dinamika kebijakan di Amerika Serikat, setelah proses pengadilan Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Presiden Donald Trump tidak memiliki wewenang untuk menggunakan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional terkait tarif dagang merupakan tindakan ilegal.
Selain itu, harga emas juga berpeluang didukung oleh ekspektasi yang menguat seputar pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang akan mengganti kepemimpinan pada bulan Mei mendatang.
"Data tenaga kerja dan inflasi AS terus membaik, angka pengangguran juga terus menurun. Bisa saja pada saat Kevin Warsh mulai memimpin The Fed akan lebih banyak lagi penurunan suku bunga sehingga membuat dolar AS mengalami pelemahan dan menjadi penggerak positif terhadap harga emas dunia," pungkas Ibrahim.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






