Sabtu, 4 April 2026

Pakar Sebut Harga Minyak Bisa Tembus US$ 100 per Barel Imbas Konflik Iran

Penulis : Indah Handayani
2 Mar 2026 | 05:57 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi barel minyak hitam dengan panah merah menggambarkan kenaikan harga minyak. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)
Ilustrasi barel minyak hitam dengan panah merah menggambarkan kenaikan harga minyak. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)

LONDON, investor.idHarga minyak dunia melonjak tajam hingga 10% menyusul konflik terbuka antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Para analis memperkirakan harga minyak berpotensi menembus level psikologis US$ 100 per barel jika gangguan pasokan berlanjut.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent sempat melonjak ke kisaran US$ 80 per barel dalam perdagangan over the counter pada Minggu (1/3/2026), setelah sebelumnya ditutup di US$ 73 per barel pada Jumat, level tertinggi sejak Juli tahun lalu. Lonjakan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap dampak perang baru di Timur Tengah.

Direktur energi dan pengilangan ICIS Ajay Parmar menilai, bukan hanya serangan militer yang mendorong kenaikan harga, melainkan keputusan Iran menutup Selat Hormuz. “Serangan militer memang mendukung kenaikan harga minyak, tetapi faktor kunci di sini adalah penutupan Selat Hormuz,” ujarnya.

Advertisement

Lebih dari 20% pasokan minyak global dikirim melalui jalur sempit tersebut. Sumber perdagangan menyebut sebagian besar pemilik kapal tanker, perusahaan minyak besar, dan rumah dagang telah menghentikan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair (LNG) melalui Selat Hormuz setelah Teheran memperingatkan kapal-kapal agar tidak melintas.

Parmar memperkirakan harga minyak bisa dibuka mendekati US$ 100 per barel saat pasar kembali aktif, bahkan berpotensi melampaui level tersebut jika penutupan berlangsung lama.

Ekonom energi Rystad Energy Jorge Leon memperkirakan penutupan Selat Hormuz dapat memangkas pasokan minyak mentah global sebesar 8–10 juta barel per hari (bpd), meski sebagian aliran dapat dialihkan melalui pipa East-West Arab Saudi dan pipa milik Abu Dhabi.

Rystad memproyeksikan harga minyak bisa naik sekitar US$ 20 menjadi kisaran US$ 92 per barel saat perdagangan dibuka.

Analis RBC Helima Croft menyebut sejumlah pemimpin Timur Tengah telah memperingatkan Washington bahwa perang terhadap Iran dapat mendorong harga minyak melampaui US$ 100 per barel. Sementara itu, analis Rabobank memperkirakan harga dapat bertahan di atas US$ 90 per barel dalam jangka pendek.

OPEC+ Tambah Produksi

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 menit yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 27 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 42 menit yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 1 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 1 jam yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Business 2 jam yang lalu

PTPP Perkuat Fundamental Keuangan melalui Langkah Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence

PTPP memperkuat langkah transformasi bisnis dan fondasi keuangan Perseroan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia