Pakar Sebut Harga Minyak Bisa Tembus US$ 100 per Barel Imbas Konflik Iran
Di tengah lonjakan harga, kelompok produsen minyak OPEC+ pada Minggu menyepakati kenaikan produksi sebesar 206.000 barel per hari mulai April. Namun, tambahan ini hanya setara kurang dari 0,2% dari total permintaan global, sehingga dinilai tidak cukup signifikan untuk meredam gejolak harga.
Krisis Iran juga mendorong pemerintah dan kilang di Asia mengevaluasi cadangan minyak serta rute pengiriman alternatif. Analis Kpler bahkan menilai India berpotensi meningkatkan impor minyak dari Rusia untuk menutup potensi kekurangan pasokan dari Timur Tengah.
Dengan risiko gangguan pasokan yang besar dan ketidakpastian geopolitik yang tinggi, pasar energi global diperkirakan akan tetap bergerak volatil dalam beberapa waktu ke depan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






