Aksi Timbun Emas Berlanjut
JAKARTA, investor.id - Aksi borong emas oleh bank sentral terus berlanjut, meski harga emas terus melonjak seiring meningkatnya sentimen terkait konflik yang memanas di Timur Tengah.
Dikutip dari Mining.com, Senin (9/3/2026), bank sentral China, People's Bank of China (PBOC) dikabarkan melanjutkan peningkatan cadangan emasnya.
Ini menandai pembelian emas selama 16 bulan berturut-turut oleh PBOC, dengan total kepemilikan mencapai 74,22 juta troy ons emas murni pada akhir Februari 2026.
Jumlah tersebut lebih besar dari pembelian 74,19 juta troy ons oleh PBOC pada bulan sebelumnya.
Nilai cadangan emas China kini mencapai US$ 387,59 miliar pada akhir Februari 2026, naik dari US$ 369,58 miliar pada bulan sebelumnya, menurut data dari PBOC yang dirilis pada hari Sabtu.
Tak hanya China, Bank Sentral Uzbekistan juga membeli 9 ton emas pada bulan Januari, melanjutkan tren pembeliannya sejak Oktober 2025.
World Gold Council (WGC) mencatat bahwa pembelian bersih emas oleh bank-bank sentral mencapai 5 ton pada Januari 2026.
Kemudian ada Bank Negara Malaysia yang membeli 3 ton emas pada Januari 2026. Aksi beli tersebut menandai peningkatan pertama pada cadangan emas Malaysia sejak tahun 2018. Bank sentral tersebut meningkatkan cadangan emasnya menjadi 42 ton, atau 5% dari total cadangannya pada akhir Januari 2026.
Baca Juga:
Arah Harga Emas Pekan DepanBank sentral lain yang membeli emas pada bulan Januari termasuk Republik Ceko dan Indonesia masing-masing sebesar 2 ton, sementara Tiongkok dan Serbia masing-masing membeli 1 ton.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






