Harga Emas Rontok Lebih dari 3%, Dolar AS Perkasa
NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia rontok lebih dari 3% pada perdagangan Selasa (3/3/2026) waktu setempat. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta meredupnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi penekan utama, di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat konflik Timur Tengah yang berpotensi berkepanjangan.
Harga emas spot anjlok 3,95% menjadi US$ 5.112,73 per ons troi saat berita ditulis. Padahal sehari sebelumnya, logam mulia ini sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari empat pekan. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS ditutup ambles 3,45% ke level US$ 5.128,70 per ons troi.
Senior Market Strategist RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan, pelemahan emas dipicu oleh peralihan investor ke aset likuid, khususnya dolar AS. “Penurunan harga emas tampaknya didorong oleh flight to liquidity atau peralihan ke kas. Dolar menguat dan imbal hasil obligasi naik,” ujarnya dikutip dari Reuters.
Dolar AS, yang juga dianggap sebagai aset safe haven, menguat signifikan sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Di saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS naik untuk dua sesi berturut-turut.
Meski demikian, Haberkorn menilai koreksi ini berpotensi hanya sementara. Menurutnya, arus dana ke aset aman akibat risiko geopolitik masih dapat menopang harga emas dan perak ke depan.
Di sisi geopolitik, konflik Iran memasuki hari keempat setelah ledakan mengguncang Teheran dan Beirut. Seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran pada Senin menyatakan Selat Hormuz telah ditutup.
Pernyataan tersebut langsung memicu lonjakan harga minyak mentah global lebih dari 8% pada Selasa.
Memicu Tekanan Inflasi
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






