Sabtu, 4 April 2026

Harga Bitcoin (BTC) Tertekan Kejatuhan Saham Software

Penulis : Indah Handayani
18 Feb 2026 | 06:37 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC). IST
Ilustrasi Bitcoin (BTC). IST

JAKARTA, investor.id – Pasar kripto turun pada perdagangan Rabu (18/2/2026) pagi, dengan harga Bitcoin (BTC) hari ini jatuh karena tertekan saham sektor software dan membebani sentimen pasar kripto.

Berdasarkan data Coinmarketcap pukul 06.15 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melemah 0,94% menjadi US$ 2,33 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini terlihat jatuh 1,58% ke US$ 67.485 per koin atau sekitar Rp 1,13 miliar (kurs Rp 16.851) pada saat berita ini ditulis.

Indeks CoinDesk 20, yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar di pasar, terpangkas 1,2%. Dengan XRP melemah 0,69% ke US$ 1,47, Binance (BNB) anjlok 1,34% ke US$ 617. Sedangkan Solana (SOL) turun 0,76% ke US$ 85,2. Sedangkan Ethereum malah naik 0,18% ke US$ 1.993 dan Dogecoin (DOGE) terkerek 0,23% ke US$ 0,1.

Dikutip dari CoinDesk, harga Bitcoin melemah bersamaan dengan pembukaan pasar saham Amerika Serikat yang cenderung negatif, terutama pada sektor software yang mengalami tekanan signifikan.

Indikator utama yang kini menjadi perhatian pelaku pasar adalah kinerja iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV), yang kembali turun 3% pada Selasa. Secara keseluruhan, ETF tersebut telah merosot sekitar 30% dari level tertinggi Oktober lalu.

Tekanan pada sektor software dipicu kekhawatiran bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat mengancam model bisnis perusahaan perangkat lunak tradisional. Sentimen ini turut menyeret aset digital seperti Bitcoin, yang oleh sebagian pelaku pasar dianggap memiliki karakteristik serupa dengan aset teknologi.

Sejalan dengan itu, indeks Nasdaq Composite turun 0,8%, sementara S&P 500 melemah 0,6%, mencerminkan meningkatnya sikap hati-hati investor terhadap aset berisiko.

Di sisi lain, reli tajam logam mulia juga mulai mereda. Harga emas turun 3% ke sekitar US$ 4.860 per ons troi, sedangkan perak anjlok 6%, atau sekitar 40% di bawah puncaknya pada akhir Januari lalu.

Saham-saham yang terkait dengan kripto turut mengalami tekanan. Strategy, pemegang Bitcoin korporasi terbesar, turun sekitar 5%. Saham penerbit stablecoin USDC, Circle, juga melemah dalam kisaran serupa.

Selain itu, saham perusahaan penambang Bitcoin seperti Riot Platforms, Marathon Digital Holdings, CleanSpark, Cipher Mining, dan TeraWulf turun sekitar 4% hingga 5%.

Terikat Sentimen Makro

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 2 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 6 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 32 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 35 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 48 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia