Pertaruhan GoTo
Tanda tanya menyelimuti para calon investor dan analis ketika PT GoTo Gojek Tokopedia memperpanjang tiga hari batas akhir masa penawaran awal saham atau book building, dari 21 Maret menjadi 24 Maret 2022. Sebagian pihak yang skeptis menduga saham ini kurang laku, karena investor saham masih trauma dengan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Bukalapak Tbk yang melantai di bursa pada 6 Agustus 2021.
Ya, Bukalapak telah meninggalkan luka dalam bagi banyak investor saham. IPO Bukalapak dengan raihan dana terbesar sepanjang sejarah yakni Rp 21,9 triliun, tidak linier dengan performa harga saham pasca-IPO. Dengan harga IPO Rp 850, saham unicorn ini semula digadang-dagang bakal melesat karena memang ditunggu-tunggu investor.
Realitanya sungguh menjadi petaka bagi investor. Beberapa kali saham Bukalapak terkena auto rejection bawah (ARB). Pada penutupan perdagangan Jumat (25/3/2022), saham ini bertengger di level Rp 308, atau tergerus 63,8% semenjak IPO.
Tentu saja GoTo belajar dari pengalaman pahit Bukalapak. Perusahaan merger PT Gojek dan PT Tokopedia tersebut telah menyiapkan sejumlah senjata agar harga sahamnya tidak longsor. Yang utama adalah menyiapkan skema stabilisasi harga (greenshoe) dalam pelaksanaan IPO. Dalam hal ini, GoTo menunjuk penjamin emisi yang dibekali modal 7,8 miliar saham seri A dari saham treasuri GoTo, atau setara 15% saham yang dilepas. Agen stabilisasi ini akan mengupayakan agar harga saham tidak menjadi lebih rendah dari harga penawaran.
Sebagai upaya untuk menangkis tudingan bahwa IPO merupakan exit strategy bagi penyandang dana yang telah membakar uang puluhan triliun rupiah, saham mereka akan di-lock. Saham milik pendiri yang memiliki hak suara multipel (SHSM) maupun saham milik penyandang dana non-SHSM tidak boleh dilepas dalam periode tertentu.
Kemudian, GoTo juga telah menetapkan rencana untuk melakukan rights issue berantai selama 10 tahun setelah tanggal efektif IPO. Dalam setiap rights issue, GoTo akan mengguyur pasar sebanyak 1,5% dari total saham lagi per tahun. GoTo juga akan melepas 10% sahamnya di New York Stock Exchange pada 2023.
Selain itu, dari sisi lini bisnis pun, GoTo berbeda dengan Bukalapak. GoTo memiliki ekosistem terbesar, paling lengkap, dan saling terintegrasi. GoTo kini merupakan satu-satunya perusahaan di kawasan Asia Tenggara yang menawarkan layanan on-demand services (Gojek, GoCar, GoFood, dsb), e-commerce (Tokopedia), dan financial technology services (Gopay, Paylater, Findaya) yang berskala besar dan terintegrasi di dalam satu ekosistem.
Perusahaan kategori decacorn ini memiliki 2,5 juta pengemudi, 14 juta mitra pedagang, dan 55 juta lebih pengguna aplikasi. Hal ini tentu menjadi basis investor perseroan yang solid. Kekuatan ekosistem GoTo tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan skala bisnis sekaligus memangkas biaya, sehingga berpotensi mendulang laba ke depannya.
Dengan sederet daya tarik tersebut, IPO saham PT GoTo diprediksi mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Harga saham GoTo dikabarkan telah ditetapkan sebesar Rp 338 per saham, sedangkan total nilai permintaan saham yang masuk selama bookbuilding disebut mencapai Rp 15,75 triliunatau lebih dari US$ 1,1 miliar.
Nilai IPO tersebut berpotensi menjadi ketiga yang terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah Bukalapak senilai Rp 21,9 triliun dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel dengan nilai Rp 18,79 triliun. Di BEI, kapitalisasi pasar (market cap) GoTo akan mencapai lebih dari Rp 400 triliun atau berada di peringkat keempat setelah BCA, BRI, dan Telkom dengan bobot di indeks harga gabungan saham (IHSG) sekitar 9%.
Meski demikian, calon pembeli saham GoTo juga perlu memahami risiko yang dihadapi. Sebagai gambaran, GoTo masih membukukan rugi sebelum pajak Rp 12,3 triliun per kuartal III-2021, meskipun kerugian terus menurun dibanding kuartal III-2020 sebesar Rp 11,5 triliun. Namun demikian, dari sisi gross transaction value (GTV) atau nilai transaksi bruto dan pendapatan bruto mengalami pertumbuhan. GTV GoTo tumbuh 46% dari tahun 2018-2020. Adapun pendapatan bruto periode 2018-2020 bertumbuh sebesar 56%.
Kita berharap IPO ini merupakan tahap awal dari fase pertumbuhan GoTo berikutnya. Perolehan dana IPO GoTo lazimnya dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis dan ekosistem yang lebih luas. Sejauh ini, GoTo memang telah merangkul sejumlah perusahaan untuk pengembangan di luar tiga bisnis inti tadi, yakni kendaraan listrik bagi mitra pengemudi dan bisnis game dengan menggandeng Telkomsel. GoTo telah menggandeng bank digital dengan menguasai 21,4% saham PT Bank Jago Tbk.
Masuknya GoTo ke bursa saham diharapkan mendorong kemajuan ekosistem teknologi dan digital di Indonesia. Jika IPO GoTo sukses, diyakini akan banyak perusahaan startup serta unicorn-decacorn lain di Indonesia untuk masuk ke pasar modal.
Sekali lagi, calon pembeli saham mesti memahami risiko-risiko dari setiap pilihan investasi. Misalnya menyangkut kerugian yang dialami perusahaan start-up seperti GoTo. Mengacu pada perusahaan serupa di luar negeri, perusahaan memerlukan waktu untuk meraih laba. Misalnya, Amazon yang IPO pada 1997 baru mencetak untung pada 2003. Demikian pula Facebook yang perlu bertahun-tahun untuk mereguk laba.
Calon investor diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh influencer atau pompomers yang mengkampanyekan tentang prospek saham GoTo ke depan. Kita mengapresiasi pihak GoTo yang menindak akun-akun yang tidak bertanggung jawab di media sosial dengan tujuan menyukseskan go public ini. Sebab hal itu bisa memengaruhi persepsi investor.
Kita optimistis masa depan perusahaan berbasis teknologi, seperti unicorn dan decacorn sangat prospektif. Hal ini sejalan dengan prediksi bahwa nilai ekonomi digital di Indonesia pada 2024 bakal menembus US$ 134 miliar, terbesar di Asia Tenggara. Masuknya GoTo dan start-up lain diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi pasar modal di Indonesia, sekaligus menjadi magnet bagi investor asing.
Data empiris memperlihatkan bahwa saham-saham teknologi di Indonesia tahun lalu unjuk performa yang mengagumkan. Saham sektor teknologi di BEI mencatat gain 708% sepanjang 2021. Karena itu, masuknya GoTo menjadi pertaruhan, apakah mampu membalikkan persepsi negatif atas saham Bukalapak, sekaligus menjadi ajang pembuktian tentang prospek ke depan saham-saham new economy.***
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

