Jumat, 15 Mei 2026

Pertamina Geothermal Pengembang Panas Bumi Terbesar

Penulis : Gora Kunjana
30 Jun 2016 | 14:34 WIB
BAGIKAN

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), merupakan pengembang panas bumi terbesar di Indonesia saat ini.


PGE mengelola 13 lapangan panas bumi, baik yang dilakukan sendiri maupun melalui Kontrak Operasi Bersama dengan PT Chevron Geothermal Indonesia, PT Star Energy dan Sarulla Operations Ltd dengan install capacity sekarang 1438,5 megawatt (MW).

ADVERTISEMENT


“Pengembangan lapangan panas bumi hingga menghasilkan listrik membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun. Sehingga sampai 2019 nanti masih akan didominasi oleh PGE,” ujar Yunus Saefulhak, Direktur Panas Bumi Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (28/6).


Menurut Yunus, beberapa lapangan PGE yang akan beroperasi pada tahun ini di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Karaha 30 MW dan Ulubelu unit 3 sebesar 55 MW. Selain itu, PLTP Lumut Balai unit 1 sebesar 55 MW (2017), Hululais 55 MW (2018), dan Sungai Penuh 55 MW (2019). Selain itu, dari lapangan Sarulla yang dikelola KOB PGE-Sarula akan beroperasi 2016 sebesar 110 MW.


“Dan ditargetkan dari 13 lapangan tersebut akan menghasilkan kapasitas terpasang sekitar 2.000 MW pada 2019,” ungkap dia.


Yunus mengatakan penugasan kepada badan usaha milik negara (BUMN) merupakan salah satu terobosan untuk mempercepat pengembangan panas bumi yang juga diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi. Karena begitu besarnya target yang harus dicapai pada 2025, yaitu sebesar 7.200 MW sesuai Kebijakan Energi Nasional.


“Perlu kita tugaskan Pertamina melakukan eksplorasi dan eksploitasi. Selain kita juga melakukan lelang untuk mendapatkan investor selain Pertamina,” katanya.


Menurut Yunus, saat ini Kementerian ESDM masih melakukan evaluasi terhadap lapangan atau Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang akan ditugaskan kepada Pertamina dan dua BUMN lainnya.


Pertamina memang perusahaan pengembang panas bumi pertama di Indonesia dengan keberhasilan mengoperasikan lapangan Kamojang sejak 1983. Pengalaman dan keahlian BUMN tersebut tentu menjadi nilai positif untuk membantu pemerintah melakukan percepatan pengembangan panas bumi. Namun pemerintah juga membutuhkan investor dalam mencapai target pengembangan panas bumi yang termasuk besar ini. Hal ini mengingat BUMN juga memiliki keterbatasan pendanaan, sementara proyek panas bumi memiliki risiko tinggi dan padat modal.


“Keuntungannya utama kita punya kedaulatan dan kemandirian energi bagi bangsa kita sendiri melalui BUMN,” tegas Yunus.


Tafif Azimudin, Sekretaris Perusahaan Pertamina Geothermal, mengatakan perseroan tetap optimistis bisa menjadi perusahaan yang memiliki kapasitas PLTP terbesar, yakni 682 MW pada 2017. Kapasitas pembangkit PGE berasal dari PLTP Kamojang 235 MW, Lahedong 125 MW, Ulubelu 220 MW, Sibayak 17 MW, Lumut Balai 55 MW dan Karaha 30 MW. (es)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia