Jumat, 15 Mei 2026

Dorong Pengembangan PLTA, Bukaka Suntik Poso Energi Rp 746 Miliar

Penulis : Olivia Lona
3 Jul 2021 | 14:28 WIB
BAGIKAN
Bendungan untuk pembangkit listrik tenaga air. (Foto: Beritasatu/Antara)
Bendungan untuk pembangkit listrik tenaga air. (Foto: Beritasatu/Antara)

JAKARTA – PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) menyerap 746 ribu lembar saham baru PT Poso Energi Tiga Pomana bernominal Rp 1 juta per lembar pada 30 Juni 2021. Untuk itu, emiten konstruksi dan manufaktur milik Grup Kalla menggelontorkan dana sebesar Rp 746 miliar secara bertahap untuk aksi korporasi tersebut.

Berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip Sabtu (3/7), setoran modal ini akan memberikan nilai tambah, karena akan dapat semakin mengembangkan usahanya di bidang investasi energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

“Selain itu, transaksi ini akan meningkatkan laba perseroan yang dapat menciptakan nilai tambah kembali bagi pemegang saham perseroan,” tulis manajemen perseroan.

Saat ini, perseroan telah memegang sebanyak 18% kepemilikan saham pada Poso Energi Tiga Pomana. Sedangkan PT Hadji Kalla memegang sebanyak 66% porsi saham Poso Energi. Adapun, nilai penyertaan modal ini hanya 26,26% dari total ekuitas perseroan per 31 Desember 2021, yakni sebesar Rp 2,84 triliun.

ADVERTISEMENT

Terkait kinerja, Bukaka Teknik Utama pada tahun ini optimis kinerjanya akan mengalami peningkatan. Perseroan pun menargetkan akan mengantongi keuntungan hingga sebesar Rp 629,46 miliar tumbuh dari Rp 493,17 miliar. Hal tersebut didukung pertumbuhan pada pos pendapatan perseroan yang diperkirakan bakal mencapai angka Rp 4,77 triliun dari Rp 3,91 triliun.

“Target penjualan di 2021 Rp 3 triliun dengan proyeksi laba bersih Rp 287 miliar dari unit usaha konvensional dan ada tambahan PLTA penjualan Rp 1,7 triliun dengan laba Rp 340 miliar. Sehingga total kita estimasi penjualan Rp 4,7 triliun dengan laba bersih Rp 629 miliar,” ujar Direktur Bukaka Teknik Utama Afififudin Kalla.

Dia mengungkapkan bahwa meski pandemi Covid-19 memukul bisnis penerbangan namun hal tersebut nyatanya tidak mempengaruhi permintaan garbarata perseroan. “Dari tahun 2020 saat Covid sedang marak penjualan tetap marak. Artinya hanya turun kurang dari 10%, karena garbarata ini pengadaan tidak langsung ada delivery time sekitar satu tahun,” ungkap Afif.

Guna mencapai target tersebut perseroan pun menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 537 miliar yang berasal dari kas internal. Dana tersebut sebagian besar akan digunakan perseroan untuk penambahan modal khususnya di unit bisnis PLTA Poso, Malea dan Kerinci.

“Sebagian penambahan modal di PLTA existing seperti di tiga PLTA besar yang sedang dijalankan yakni Poso, Malea dan Kerinci Marangin totalnya Rp 450 miliar. Sisanya untuk kegiatan bisnis baru salah satunya JV dengan perusahan di India untuk pengadaan Garbarata. Lalu ada persiapan proyek KPBU itu ada sebagian kita alokasikan untuk perusahaan baru tersebut,” jelas dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia