Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Rebound, Kembali di Atas US$ 100/Barel

Penulis : S.R Listyorini
18 Mar 2022 | 06:46 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga minyak. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi harga minyak. (Foto: Pixabay)

NEW YORK, Investor.id – Harga minyak rebound, melonjak 8% pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Pasar khawatir kekurangan pasokan dalam beberapa minggu mendatang akibat sanksi terhadap Rusia.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik US$ 8,62 atau 8,79% menjadi US$ 106,64 per barel, persentase kenaikan terbesar sejak pertengahan 2020.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Aprilmenguat US$ 7,94 atau 8,35% menjadiUS$ 102,98 per barel.

Harga patokan minyak dalam beberapa pekan terakhir telah mengalami periode paling bergejolak sejak pertengahan 2020. Setelah sempat merosot karena pembeli merealisasikan keuntungan dan kemudian harga naik kembali di tengah ekspektasi bahwa kekurangan pasokan minyak akan segera menekan pasar energi.

ADVERTISEMENT

Dalam pekan ini, minyak Brent per barel telah diperdagangkan setinggi US$ 139 dan terendah US$ 98 per barel - spread lebih dari US$ 40 . Itu telah mendorong banyak investor untuk keluar, menciptakan kondisi untuk perubahan harga yang lebih liar di minggu-minggu mendatang, kata para pedagang, bankir dan analis.

Embargo Minyak Rusia

Banyak negara telah melarang pembelian minyak Rusia untuk menghukum Moskow atas invasinya ke Ukraina hampir tiga minggu lalu. Rusia yang menyebut aksi militer itu sebagai "operasi militer khusus", adalah pengekspor minyak mentah dan produk bahan bakar terbesar di dunia. Penyuling dan pengguna akhir harus membuat penyesuaian cepat untuk minggu-minggu mendatang.

"Ada kekhawatiran baru di pasar bahwa kita bisa kehilangan lebih banyak minyak Rusia," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan 3 juta barel per hari (bph) minyak dan produk Rusia dapat ditutup mulai bulan depan. Kehilangan pasokan itu akan jauh lebih besar dari perkiraan penurunan permintaan sebesar 1 juta barel per hari dari harga bahan bakar yang lebih tinggi, kata IEA.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan pasokan energi dari Rusia akan tetap stabil meskipun apa yang dia gambarkan sebagai situasi geopolitik yang tegang, kantor berita Interfax melaporkan.

Morgan Stanley menaikkan perkiraan harga Brent sebesar US$ 20 untuk kuartal ketiga menjadi US$ 120 per barel, memprediksi penurunan produksi Rusia sekitar 1 juta barel per hari mulai April.

Tekanan pasokan akan lebih dari mengimbangi revisi permintaan global yang turun sekitar 600.000 barel per hari karena kekhawatiran tentang permintaan setelah lonjakan kasus virus corona di China.

Pasar minyak sebagian besar mengabaikan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS sebesar seperempat poin persentase pada Rabu (16/3/2022).

Sentimen cerah setelah China menjanjikan kebijakan untuk mendorong pasar keuangan dan pertumbuhan ekonomi, sementara penurunan kasus COVID-19 baru di sana mendorong harapan penguncian akan dicabut dan pabrik akan melanjutkan produksi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia