Jumat, 15 Mei 2026

BoE Naikkan Suku Bunga Terbesar dalam 27 Tahun

Penulis : Grace El Dora
4 Aug 2022 | 19:40 WIB
BAGIKAN
Dari kiri, Deputi Gubernur untuk Stabilitas Keuangan Jon Cunliffe, Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey, dan Direktur Eksekutif Komunikasi James Bell pada konferensi pers laporan stabilitas keuangan BoE di London, Inggris pada 5 Juli 2022. (FOTO: Stefan Rousseau/Foto Pool via AP, File)
Dari kiri, Deputi Gubernur untuk Stabilitas Keuangan Jon Cunliffe, Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey, dan Direktur Eksekutif Komunikasi James Bell pada konferensi pers laporan stabilitas keuangan BoE di London, Inggris pada 5 Juli 2022. (FOTO: Stefan Rousseau/Foto Pool via AP, File)

LONDON, investor.id – Bank sentral Inggris (BoE) pada Kamis (4/8) mengeluarkan kenaikan suku bunga terbesar sejak 1995 karena memperkirakan inflasi mencapai 13% tahun ini. Pihaknya juga memperingatkan resesi yang menjulang selama setahun.

Perkiraan inflasi akan mencapai 13% tahun ini, memicu resesi selama setahun di Inggris.

Komite Kebijakan Moneter (MPC) bank sentral memberikan suara 8-1 mendukung kenaikan suku bunga utamanya sebesar 0,50 poin persentase menjadi 1,75%.

ADVERTISEMENT

Peningkatan tersebut sesuai dengan ekspektasi dan membawa biaya pinjaman Inggris ke level tertinggi sejak Desember 2008.

Langkah ini juga mencerminkan kebijakan moneter agresif dari Federal Reserve/ Fed Amerika Serikat (AS) dan Bank Sentral Eropa (ECB) bulan lalu. Saat ini, dunia berlomba untuk mendinginkan inflasi panas yang dipicu oleh serangan Rusia ke Ukraina.

BoE juga meningkatkan pembayaran pinjaman untuk konsumen dan bisnis Inggris, yang sudah menghadapi tekanan dari krisis biaya hidup yang memburuk.

Inflasi Meningkat

Inflasi Inggris akan mencapai puncaknya pada 13% atau level tertinggi dalam lebih dari 42 tahun, menurut BoE.

“Tekanan inflasi di Inggris dan seluruh Eropa telah meningkat secara signifikan (sejak Mei). Itu sebagian besar mencerminkan hampir dua kali lipat harga gas grosir sejak Mei, karena pembatasan pasokan gas Rusia ke Eropa dan risiko pembatasan lebih lanjut,” kata pernyataan resmi BoE setelah keputusan tersebut.

“Karena ini mempengaruhi harga energi ritel, itu akan memperburuk penurunan pendapatan riil untuk rumah tangga Inggris dan selanjutnya meningkatkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Inggris dalam waktu dekat,” jelasnya.

Dalam berita yang lebih suram, BoE memperkirakan ekonomi Inggris akan memasuki resesi menyakitkan yang akan berlangsung hingga akhir 2023.

“Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di Inggris melambat,” kata BoE.

Kenaikan harga gas terbaru, katanya, telah menyebabkan penurunan signifikan lainnya dalam prospek aktivitas di Inggris dan seluruh Eropa.

"Inggris sekarang diperkirakan memasuki resesi mulai kuartal keempat tahun ini,” tegasnya.

Namun, resesi akan lebih dangkal daripada kehancuran pada 2008 yang dipicu oleh krisis keuangan global.

Ekonomi Inggris diperkirakan menyusut hingga 2,1% dari titik tertingginya, menurut perkiraan bank sentral.

Inflasi Inggris telah melonjak ke level tertinggi empat dekade sebesar 9,4% pada Juni 2022, memperdalam krisis biaya hidup karena upah pekerja gagal mengimbangi.

Di saat yang sama, inflasi global melonjak karena harga energi terus meroket akibat perang produsen minyak dan gas utama Rusia di negara tetangga Ukraina.

CPI juga meroket pada ketegangan rantai pasokan karena permintaan rebound pada pelonggaran pembatasan Covid-19. Itu telah memaksa bank sentral menaikkan suku bunga, mempertaruhkan prospek resesi, karena biaya pinjaman yang lebih tinggi merugikan bisnis dan konsumen.

Ditambah lagi, regulator energi Ofgem akan kembali menaikkan harga listrik dan gas domestik pada Oktober 2022, menjelang musim dingin belahan bumi utara yang lebih dingin. Itu bisa membuat tagihan energi rumah tangga Inggris rata-rata jauh di atas £ 3.000 (US$ 3.600) per tahun.

Ofgem memperingatkan pada Kamis bahwa warga Inggris menghadapi musim dingin yang sangat menantang di depan. Pihaknya menambahkan, apa yang disebut batas harga energi akan ditinjau setiap kuartal, bukan setiap enam bulan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia