Jumat, 15 Mei 2026

Jujur dan Realistis kepada Diri Sendiri

Penulis : Ridho Syukra
4 Des 2019 | 18:00 WIB
BAGIKAN
Jerry Soper, Presdir Ericsson (Ist)
Jerry Soper, Presdir Ericsson (Ist)

Jalan menuju kesuksesan ternyata sering terhambat oleh hal-hal yang berasal dari ‘dalam’. Bahkan, tak jarang kesuksesan yang telah direngkuh seseorang akhirnya kandas karena ia tak mampu mengendalikan dirinya sendiri.

Karena itu, seseorang yang ingin meraih kesuksesan harus banyak melakukan introspeksi dan kontemplasi. Paling tidak, ia harus jujur dan realistis kepada dirinya sendiri.

“Jujur dan realistis kepada diri sendiri sangat penting, terutama untuk mengukur kemampuan, kekuatan, kelemahan, dan potensi diri,” kata Jerry Soper, presiden direktur PT Ericsson Indonesia, kepada wartawan Investor Daily Ridho Syukra di Jakarta, baru-baru ini.

Namun, jujur dan realistis saja belum cukup. Seseorang yang ingin memetik kesuksesan harus punya sejumlah bekal lainnya, seperti kerja keras dan pantang menyerah.

ADVERTISEMENT

“Jangan menyerah jika mengalami kegagalan, karena kegagalan merupakan pelajaran berharga dalam hidup,” ujar eksekutif asal Inggris yang menganggap Indonesia sebagai rumah keduanya itu.

Ayah tiga anak ini juga menekankan pentingnya belajar dari kesalahan, agar tidak mengulang kesalahan yang sama di kemudian hari. Lagi pula, setiap orang pasti punya kesalahan.

“Saya pernah membuat kesalahan, tapi saya belajar dari kesalahan tersebut dan berusaha untuk tidak mengulangnya di kemudian hari. Kesalahan merupakan bagian dari kehidupan, dan wajar,” tutur dia.

Jerry Soper adalah tipe orang yang menyukai tantangan, khususnya di bidang teknologi telekomunikasi.

“Bagi saya, tantangan adalah peluang untuk meningkatkan kemampuan diri dan mempelajari hal-hal baru agar lebih baik,” tegas dia.

Kendati demikian, dalam menjalankan program perusahaan, Jerry tidak suka mematok target. Target dianggapnya sebagai beban.

“Saya tidak memasang target karena akan menjadi beban. Saya bekerja sesuai alur, kemudian belajar untuk mendengarkan masukan-masukan dan menghargai ide-ide baru yang bisa membangun perusahaan menjadi lebih baik lagi,” papar dia.

Apa saja harapan Jerry Soper untuk Ericsson Indonesia? Bagaimana ia melihat pasar telekomunikasi di Tanah Air? Apa pula pendapatnya tentang SDM Indonesia? Bagaimana ia beradaptasi? Berikut petikan lengkapnya:

Bisa cerita perjalananan karier Anda sebelum bergabung dengan Ericsson Indonesia?

Saya lahir dan besar di Inggris. Saya menghabiskan masa kecil dan sekolah di Inggris. Ketika kuliah, saya mengambil jurusan teknik elektronika yang memang menarik untuk dipelajari.

Setelah lulus kuliah, saya bekerja di perusahaan elektronik, di mana saya mendapatkan pengalaman dan ilmu yang bermanfaat. Dari sana, saya mulai mencari pekerjaan baru dan akhirnya diterima di perusahaan telekomunikasi kelas dunia, Ericsson.

Kesempatan pertama saya bekerja di Ericsson tidak di Inggris, tetapi di Swedia. Kemudian saya dipindahkan ke India. Akhirnya saya dipercaya memimpin dan menjadi Presiden Direktur Ericsson Indonesia sejak 2017.

Kenapa Anda tertarik bidang telekomunikasi?

Dari kecil, saya tipe orang yang tidak mau diam dan selalu penasaran. Apalagi yang berkaitan dengan teknologi telekomunikasi. Telekomunikasi itu kan kebutuhan dasar manusia dan akan memberikan dampak bagi orang banyak melalui inovasi yang kita lakukan.

Apa saja tantangannya?

Teknologi itu selalu berubah seiring perkembangan zaman dan waktu. Apalagi teknologi di sektor telekomunikasi selalu update. Saya tidak terlalu memikirkan tantangan, karena bagi saya tantangan merupakan peluang untuk meningkatkan kemampuan diri dan mempelajari hal-hal baru agar lebih baik. Teknologi yang selalu berubah harus diimbangi dengan cara pikir yang lebih maju.

Ericsson adalah pilihan utama karier Anda sejak awal?

Tidak juga. Ini karena kesempatan datang dari Ericsson dan saya pikir Ericsson adalah perusahaan global yang bertahan lama dan punya nama yang cukup dikenal. Ericsson sudah bertahan lebih dari 100 tahun dan saya beruntung bisa menjadi keluarga Ericsson.

Perbedaan yang Anda rasakan selama bekerja di Indonesia dibanding di negara-negara lain?

Sebelum di Indonesia, saya juga ditugaskan di India. India adalah negara besar dengan populasi terbesar ketiga di dunia. Saya senang bekerja di sana selama tiga tahun.

Ketika pindah ke Indonesia, saya juga merasakan hal yang sama. Indonesia adalah negara besar dengan populasi terbanyak keempat di dunia. Indonesia itu dinamis dan terus bergerak. Negara ini didominasi kaum muda. Indonesia juga punya banyak pulau cantik. Sampai saat ini, saya masih menikmati Indonesia.

Strategi Anda untuk bisnis Ericsson Indonesia?

Saya tidak mempunyai strategi khusus. Tetapi saya ingin Ericsson Indonesia bisa sukses, maju, dan tumbuh menjadi perusahaan berkelas serta memajukan ekonomi Indonesia.

Target Anda untuk Ericssson?

Saya tidak memasang target karena akan menjadi beban. Saya bekerja sesuai alur, kemudian belajar untuk mendengarkan masukan-masukan dan menghargai ide-ide baru yang bisa membangun perusahaan menjadi lebih baik lagi. Saya juga menghargai para konsumen dan mitra bisnis.

Kami sedang mengembangkan teknologi 5G yang memang sedang ditunggu-tunggu. Banyak negara maju sudah menggunakan 5G. Indonesia menuju ke sana.

Harapan Anda ke depan?

Saya ingin tetap belajar dan memberikan kontribusi positif kepada Ericsson serta terus melakukan inovasi. Sebab, inovasi merupakan kunci agar berdaya saing dan memberikan nilai tambah.

Bagaimana Anda melihat pasar Indonesia?

Indonesia adalah pasar yang besar dan paling menjanjikan karena didukung pertumbuhan ekonomi yang kuat. Apa pun sektor yang masuk pasti akan tumbuh, termasuk sektor telekomunikasi.

Pendapat Anda tentang SDM Indonesia?

Orang Indonesia itu sangat menjanjikan karena didominasi kaum muda yang pastinya sering menggunakan teknologi dan familiar dengan perubahan.

Saya percaya Indonesia akan menjadi negara yang lebih besar dengan perekonomian yang berkembang pesat. Indonesia punya masa depan yang cerah. Merupakan kehormatan bagi Ericsson bisa berada di Indonesia.

Anda tidak kesulitan beradaptasi dengan budaya Indonesia?

Saya tidak menemukan kesulitan karena orang-orang Indonesia sangat ramah, apalagi karyawannya. Jadi, saya tidak sulit untuk beradaptasi di Indonesia karena semuanya ramah dan menghargai.

Suka dan duka bekerja di bidang telekomunikasi?

Saya bekerja di Ericsson cukup lama dan termasuk yang setia. Pengalaman enaknya, saya bisa keliling dunia dan bertemu orang-orang baru. Sedangkan pengalaman yang tidak enaknya belum ada yang spesifik. Yang jelas, kami dituntut untuk bekerja keras dan membuat terobosan produk yang memakan waktu cukup lama.

Motivasi Anda dalam berkarier?

Motivasi saya sangat sederhana, yaitu haus terhadap hal-hal baru, terutama yang berkaitan dengan teknologi telekomunikasi. Saya tipe orang yang penasaran pada sesuatu yang baru.

Zaman sudah berubah, semuanya sudah banyak menggunakan teknologi dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari transportasi hingga melihat video. Sekarang ada yang namanya teknologi 4G dan akan dikembangkan lagi menjadi 5G. Teknologi berubah cepat dan saya merasa haus untuk mempelajarinya.

Anda termasuk tipe pemimpin seperti apa?

Saya orangnya seimbang ya. Ada waktunya saya keras terhadap anak buah. Ada waktunya pula saya santai, tergantung situasi dan kondisi. Apa pun itu, intinya hormati setiap orang sesuai tempatnya.

Setiap orang pasti mempunyai kesalahan, termasuk saya pernah membuat kesalahan. Namun, saya harus belajar dari kesalahan tersebut dan berusaha untuk tidak mengulangnya di kemudian hari. Kesalahan merupakan bagian dari kehidupan dan wajar.

Siapa panutan Anda dalam berkarier?

Semua orang menjadi role model. Saya tidak spesifik ke orangnya karena saya belajar dari sifat positif setiap manusia.

Filosofi hidup Anda?

Saya selalu berupaya untuk jujur kepada diri saya dan realistis. Jujur dan realistis kepada diri sendiri sangat penting, terutama untuk mengukur kemampuan, kekuatan, kelemahan, dan potensi diri. Dengan jujur dan realistis kepada diri sendiri, kita akan tahu kapasitas kita.

Selain itu, jika mempunyai goals dalam hidup maka saya coba untuk meraihnya dengan bekerja keras. Jika mengalami kegagalan, saya berupaya untuk tidak menyerah karena kegagalan merupakan sebuah pelajaran berharga dalam hidup. ***

Biodata

Nama lengkap: Jerry Soper.

Jabatan: Presiden Direktur Ericsson Indonesia (sejak 11 September 2017).

Pendidikan: Teknik Elektronik, Southampton University (Inggirs).

Status: menikah, tiga anak.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 17 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia