Sabtu, 4 April 2026

Alhamdulillah, Pangsa Pasar Asuransi Syariah Sudah 6%

Penulis : Prisma Ardianto
25 Mar 2021 | 23:43 WIB
BAGIKAN
Riswinandi. Foto: IST
Riswinandi. Foto: IST

JAKARTA, Investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, pangsa pasar (market share) asuransi syariah terhadap asuransi komersial (konvensional) pada akhir 2020 mencapai 6%. Industri asuransi syariah memiliki prospek bisnis yang menjanjikan lewat keunikan dan potensinya di Indonesia.

"Selama 27 tahun perjalanannya, industri syariah tentu mengalami berbagai tantangan, kendala, dan permasalahan. Namun di sisi lain juga ditemui peluang, dukungan, dan catatan keberhasilan," kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK, Riswinandi pada rapat anggota tahunan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) 2021 di Jakarta, Rabu (24/3).

Riswinandi menjelaskan, kontribusi asuransi syariah pada Desember 2020 secara tahunan (year on year/yoy) masih mencatatkan pertumbuhan 3,83%. Selain itu, pangsa pasar asuransi syariah terhadap asuransi komersial nasional per 31 Desember 2020 mencapai 6%, tidak jauh berbeda dengan pangsa pasar perbankan syariah terhadap perbankan konvensional yang mencapai 6,5%.

Bahkan dalam lima tahun terakhir, menurut dia, industri asuransi syariah masih mencatat pertumbuhan yang menggembirakan. Aset asuransi syariah meningkat cukup signifikan dari Rp 33,24 triliun pada akhir 2016 menjadi Rp 44,44 triliun pada akhir 2020.

Advertisement

Namun, Riswinandi mengakui, pada akhir 2020 aset industri asuransi syariah turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya menjadi Rp 44,44 triliun, atau berkurang 2,2% dari posisi Desember 2019 sebesar Rp 45,40 triliun.

"Hal ini disebabkan penurunan kinerja pasar modal Indonesia, mengingat portofolio investasi asuransi syariah didominasi di pasar modal, yaitu sebesar 81,4%. Tercatat penurunan investasi sebesar 6,29% dan hasil investasi sebesar 70,07%," tutur dia.

Riswinandi mengungkapkan, OJK menyadari 2020 bukanlah tahun yang mudah karena dihadapkan pada pandemi Covid-19. "Untuk mendukung perkembangan asuransi syariah yang lebih baik, dibutuhkan sinergi berkesinambungan dari semua pihak, baik OJK, asosiasi, pelaku industri asuransi syariah, maupun stakeholders lainnya. Selain itu, asuransi syariah perlu beradaptasi dan terus berinovasi guna menjawab berbagai tantangan di masa mendatang,"  papar dia.

Prospek Menjanjikan

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres), KH Ma'ruf Amin mengemukakan,  industri asuransi syariah memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Setidaknya terdapat empat hal yang mendukung perkembangan industri syariah.

Pertama, menurut Wapres, karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Kedua, meningkatnya halal awareness di kalangan masyarakat kelas menengah muslim dan generasi milenial, sehingga kebutuhan produk, jasa, dan layanan keuangan syariah meningkat.

"Ketiga, terkait kondisi pandemi Covid-19 dan bencana alam di beberapa wilayah Indoensia. Pandemi Covid-19 dan bencana alam mengakibatkan kebutuhan terhadap jasa perlindungan atas risiko jiwa, harta, dan perusahaan semakin meningkat," ujar Wapres.

Hal keempat, kata KH Ma'ruf Amin, adalah sentimen positif terhadap dukungan dan komitmen pemerintah melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Dukungan itu ditandai terbitnya Perpres 28/2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Menurut Wapres, ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan elemen pendukung yang bergerak dalam satu kesatuan ekosistem. Karena itu, semua phak dituntut mengoptimalkan peran masing-masing elemen dalam memperluas peran ekonomi dan keuangan syariah.

"Tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga di tingkat dunia, sehingga cita-cita menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah terkemuka dunia bisa diwujudkan bersama," tegas dia.

Wapres menambahkan,  asuransi syariah memiliki ciri khas pada nilai-nilai yang tidak dimiliki asuransi lain. Di antaranya melalui metode ta'awun atau tolong-menolong disertai landasan operasional yang transparan untuk menghindari pihak-pihak yang dirugikan. Selain itu, asuransi syariah terhindar dari unsur ketidakpastian atau kecurangan, termasuk praktik riba.

"Unggulan nilai-nilai tersebut kiranya dapat terus diresapi dan dijaga pelaksanaannya. Untuk itu, AASI sebagai wadah perusahaan asuransi syariah dan perusahaan reasuransi syariah di Indonesia dapat terus berperan aktif mengoptimalkan perannya serta menjembatani para pemangku kepentingan, seperti ulama, pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat,"  ujar Ma'ruf Amin.

Dengan begitu, menurut Wapres, marwah ekonomi dan keuangan syariah dapat terjaga dengan baik. Ma'ruf juga berharap rapat anggota tahunan AASI 2021 menghasilkan rumusan bersama berupa program-program strategis yang dapat mempercepat perkembangan asuransi syariah di Tanah Air.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 7 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 17 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 47 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 58 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia