Jumat, 15 Mei 2026

Ayoconnect Raup Pendanaan Pra-Seri B US$ 10 Juta

Penulis : Nida Sahara
1 Sep 2021 | 14:25 WIB
BAGIKAN
Para founder Ayoconnect, Chiragh Kirpalani, Jakob Rost dan Alex Jatra.
Para founder Ayoconnect, Chiragh Kirpalani, Jakob Rost dan Alex Jatra.

JAKARTA, investor.id - Platform API keuangan Indonesia Ayoconnect mengumumkan berakhirnya putaran pendanaan Pra-Seri B senilai total US$ 10 juta (sekitar Rp 143 miliar) yang berasal dari sejumlah investor strategis.

Pendanaan tersebut akan difokuskan terhadap pertumbuhan perusahaan, perekrutan, serta pengembangan produk Ayoconnect, terutama dalam membangun ekonomi API di Indonesia yang terdiri dari solusi API full stack (Financial APIs, Bill APIs, Open Finance APIs, dan Insights APIs).

Investor baru Ayoconnect kali ini mencakup Mandiri Capital Indonesia (MCI), perusahaan modal ventura milik Bank Mandiri dan Patamar Capital, perusahaan modal ventura terdepan yang melakukan investasi berdampak sosial pada perusahaan yang melayani segmen mass market di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Beberapa tokoh penting yang juga bergabung sebagai investor individu Ayoconnect dalam putaran pendanaan kali ini yaitu Ilham Akbar Habibie (teknopreneur sekaligus Penasihat Strategis Ayoconnect), Paul Bernard (eks-Goldman Sachs), Jeff Lin (iGlobe Partners), dan beberapa petinggi dari institusi keuangan terdepan lainnya. Ayoconnect diharapkan memperoleh keahlian dan pengalaman dari mereka, sehingga dapat memperluas kemitraannya di industri keuangan baik di sektor swasta maupun pemerintahan.

ADVERTISEMENT
Ayoconnect Raup Pendanaan Pra-Seri B US$ 10 Juta
Bank Mandiri gandeng Ayoconnect dalam menyediakan fitur Mandiri Power Bill untuk pemegang kartu kredit Mandiri

Co-Founder dan CEO Ayoconnect Jakob Rost menyambut dan berterima kasih kepada investor baru atas kepercayaannya. Secara unik, Ayoconnect kini menjadi satu dari sedikit perusahaan di Indonesia yang mendapat investasi dari dua bank terbesar di Indonesia, yaitu Bank Mandiri dan BRI, secara sekaligus.

"Kehadiran mereka sebagai investor merupakan sokongan besar dalam upaya kami membangun lapisan infrastruktur yang memungkinkan interoperabilitas antara berbagai perusahaan Indonesia penyedia jasa keuangan, seperti institusi keuangan, fintech dan perusahaan rintisan (startup). Melalui API, Ayoconnect akan terus berkontribusi terhadap upaya pemerintah untuk memenuhi target 90% inklusi keuangan pada tahun 2024," tutur Jacob dalam keterangannya, Rabu (1/9).

Ayoconnect didirikan oleh Jakob bersama Chiragh Kirpalani (Co-Founder dan COO) dan Adi Vora (Co-Founder dan CTO) dengan fokus membangun solusi berbasis API untuk pembayaran tagihan dan produk digital lainnya. Dalam kurun waktu yang singkat, perusahaan ini berkembang pesat menjadi penyedia API finansial yang lebih lengkap, dengan fokus yang meluas untuk menyediakan API Data Keuangan dan solusi open finance.

Ayoconnect kini menempatkan diri sebagai perusahaan serba ada untuk solusi finansial perusahaan perbankan, institusi keuangan, dompet digital, bahkan e-commerce yang ingin mendorong pertumbuhan layanan keuangan terintegrasi mereka lewat solusi siap pakai. Kehadiran Ayoconnect membuat mitra mereka beroperasi secara cepat dan efisien.

Saat ini, Ayoconnect telah memiliki lebih dari 100 klien API yang mencakup perusahaan terkemuka di Indonesia seperti BRI, Bank Mandiri, DANA, Indomaret, Bukalapak, Home Credit, dan Pegadaian, sekaligus menghubungkan lebih dari 1.000 perusahaan lewat jaringan API yang dimiliki Ayoconnect.

CEO MCI Eddi Danusaputro melihat, kemitraan tersebut sebagai kerja sama yang saling menguntungkan dalam sektor open finance dan open banking di Indonesia. Pihaknya juga sangat antusias dalam menjalin kemitraan bersama Ayoconnect seiring dengan kesamaan ambisi dan visi MCI untuk menumbuhkan sektor open banking di tanah air.

"Visi Ayoconnect untuk mendemokratisasi open finance di Indonesia telah memantapkan kami untuk mengambil peran dalam investasi ini. Kepercayaan kami terhadap Ayoconnect juga terbentuk dari pengalaman panjang Ayoconnect dalam membangun API, kemampuan mereka dalam menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan terkemuka, serta upaya berkesinambungan mereka dalam memasuki segmen bisnis open banking,” terang Eddi.

Partner Patamar Capital, Dondi Hananto juga antusias terhadap kerja sama yang bertujuan untuk membangun ekosistem API di Indonesia bersama Ayoconnect. ”Ayoconnect berada dalam posisi terdepan dalam transformasi infrastruktur API di Indonesia. Kehadiran Ayoconnect mempercepat laju pembukaan akses layanan keuangan berkualitas bagi masyarakat yang belum tersentuh oleh layanan keuangan formal di Indonesia. Kami sangat gembira atas kemitraan bersama tim Ayoconnect dan akan terus mendorong inovasi dan percepatan dalam upaya inklusi keuangan di Indonesia,” kata Dondi.

Dengan menggunakan API, Ayoconnect menghubungkan informasi finansial dari sejumlah titik pengumpulan data, sehingga mitranya dapat fokus melayani konsumen mereka sekaligus menghadirkan layanan yang inklusif bagi jutaan warga Indonesia. Proses yang dilakukan Ayoconnect memiliki peran penting dalam mendorong perluasan akses terhadap berbagai produk keuangan di Indonesia di mana tingkat populasi unbanked dan underbanked masih relatif tinggi, terutama di wilayah non perkotaan.

Didirikan sejak 2016, Ayoconnect telah menempatkan dirinya sebagai perusahaan penyedia API terbesar di Indonesia. Meskipun beroperasi di tengah situasi pandemi, perusahaan ini telah mengakselerasi digitalisasi di berbagai industri, termasuk industri keuangan di Indonesia. Ayoconnect mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan 10 kali lipat pada kuartal II-2021. Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, Ayoconnect telah melihat ketertarikan yang kuat dari sejumlah investor dalam putaran pendanaan Seri B yang akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.  

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia