Jumat, 15 Mei 2026

BSI CatatLaba BersihRp 3,03 Triliun di 2021

Penulis : Jayanty Nada Shofa
2 Feb 2022 | 13:08 WIB
BAGIKAN
Nasabah menunggu pelayanan di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.   Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Nasabah menunggu pelayanan di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil mencetak kinerja positif di tahun 2021. Hal ini ditandai dengan di antaranya pertumbuhan aset dan laba bersih.

Menurut Direktur Utama BSI Hery Gunardi, aset perusahaan meningkat 10,73% secara tahunan dari Rp 259,58 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp 265,29 triliun pada Desember 2021.

“Laba bersih BSI pada akhir tahun 2021 mencapai Rp 3,03 triliun. Angka ini adalah angka pertumbuhan sebesar 38,42% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020,” ungkap Hery dalam paparan kinerja triwulan IV 2021 BSI secara virtual, Rabu (2/2).

Pada Desember 2020 lalu, laba bersih BSI berada di angka Rp 2,19 triliun. Tercatat pembiayaan BSI pada Desember 2021 sebesar Rp 171,29 triliun, naik 9,23 persen secara tahunan. Dana pihak ketiga tumbuh 11,12% secara tahunan menjadi Rp 233,25 triliun.

ADVERTISEMENT

“Zakat di akhir tahun 2021 mencapai Rp 102 miliar, ikut tumbuh juga sejalan dengan pertumbuhan laba. Di sisi kualitas, NPF net (non performing financing net) membaik menjadi 0,87% di Desember 2021,” ungkap Hery.

Dirinya menambahkan, “meski di tengah kondisi yang cukup challenging (menantang), BSI menunjukkan kinerja yang solid.”

Di konferensi pers tersebut, disebutkan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran 4,6% hingga 5,16% di tahun 2022. Hery memperkirakan dana pihak ketiga akan mencapai sekitar 8%. 

“Pembiayaan perbankan syariah diperkirakan akan tumbuh 7 sampai 7,5%,” ungkap Hery.

Dirinya menambahkan, beberapa sektor prioritas BSI di tahun 2022 meliputi infrastruktur, energi dan non-energi, kesehatan, pendidikan, pangan, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Hery juga membahas rencana ekspansi BSI ke Dubai, Uni Emirat Arab. Kantor BSI di Dubai ini diperkirakan akan beroperasi pada kuartal I 2022. 

Sebagaimana diketahui, BSI merupakan hasil merger dari tiga bank syariah BUMN, yakni BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah.

Editor: Jayanty Nada Shofa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia