Jumat, 15 Mei 2026

Tumbuh 38%, Laba BSI Tembus Rp 3 Triliun

Penulis : Nida Sahara
3 Feb 2022 | 21:58 WIB
BAGIKAN
Nasabah menunggu pelayanan di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.   Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Nasabah menunggu pelayanan di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – Laba bersih PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/ BRIS) menembus Rp 3 triliun atau tepatnya Rp 3,03 triliun sepanjang 2021, tumbuh 38,42% dari tahun sebelumnya. Kinerja impresif itu sejalan dengan konsistensi BSI membangun fondasi, tranformasi digital, dan pengembangan ekosistem halal di Indonesia.

BSI adalah hasil merger tiga bank syariah milik BUMN, yakni PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank BRIsyariah Tbk.

Perusahaan ini mulai beroperasi pada Februari 2021. Artinya, di tahun pertama beroperasi, BSI sudah mampu menorehkan kinerja cemerlang.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menuturkan, perseroan berkomitmen menjaga pertumbuhan dan perkembangan kinerja secara berkelanjutan. Perseroan akan fokus menumbuhkan bisnis syariah yang berkelanjutan dan sehat, mengedepankan fee based, dan akselerasi digital.

“Kami juga akan membangun fondasi yang kokoh untuk pengembangan ekosistem halal di Indonesia dan kancah global,” kata Hery, Rabu (2/2).

Tumbuh 38%, Laba BSI Tembus Rp 3 Triliun
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk  . Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Hery menjelaskan, kinerja BSI yang gemilang di tahun pertama disokong oleh pembiayaan yang tumbuh dan sehat di semua segmen, yaitu konsumer, korporasi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), gadai emas, hingga kartu pembiayaan.

Pada saat yang sama, perseroan juga mampu mengoptimalkan penghimpunan dana murah. Hal itu tak lepas dari akselerasi digitalisasi yang dilakukan perseroan.

Hery mencatat, total penyaluran pembiayaan mencapai Rp 171,29 triliun tahun lalu, naik 9,32%. Perinciannya, pembiayaan ke segmen konsumer tumbuh 19,99% (yoy) menjadi Rp 82,33 triliun, pembiayaan gadai emas naik 12,92%, pembiayaan mikro tumbuh 12,77%, dan komersial me-ningkat 6,86%.

Dari sisi kualitas pembiayaan, dia menuturkan, NPF net BSI membaik menjadi 0,87% pada Desember 2021. Ini tak lepas dari akselerasi digital yang membuat perseroan terus bergerak mengikuti perubahan perilaku nasabah yang serba dinamis, cepat, dan aman.

“Kami ingin mempertahankan dan terus menumbuhkan kinerja positif ini ke depan, sehingga bisa menjadi tokoh utama dalam pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air,” ujar Hery.

Tumbuh 38%, Laba BSI Tembus Rp 3 Triliun
BSI, Bank Hasil Merger untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

Hery menjelaskan, perseroan juga memacu tabungan, khususnya Wadiah untuk mengatrol penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Per Desember 2021, tabungan Wadiah tumbuh signifikan, sebesar 15,3% menjadi Rp 34,1 triliun, sedangkan total tabungan mencapai Rp 99,37 triliun, tumbuh 12,84%.

“Kinerja BSI tahun 2021 secara umum cukup solid. Kami ingin melanjutkan hal positif ini pada 2022. Kami harapkan pembiayaan tumbuh 7-7,5% tahun ini, sedangkan DPK naik 8%,” kata Hery.

Dia menambahkan, pertumbuhan tabungan berdampak kepada membaiknya biaya dana menjadi 2,03%. Jumlah tersebut menurun dibandingkan Desember 2020 sebesar 2,68%. 

Selain dari sisi bisnis, dia melanjutkan, BSI terus mengimplementasikan prinsip keuangan berkelanjutan di semua sektor bisnis dan tanggung jawab sosial. Upaya itu di antaranya terealisasi melalui penyaluran pembiayaan keuangan berkelanjutan senilai Rp 46,15 triliun atau 27% terhadap total portofolio pembiayaan BSI.

Pada usianya yang baru setahun, Hery menyatakan, BSI memiliki segudang capaian dalam mendorong pertumbuhan segmen UMKM. Sepanjang 2021, pembiayaan ke segmen UMKM mencapai Rp 39,4 triliun dengan kualitas yang terjaga. Jumlah tersebut sekitar 23,05% dari total pe nyaluran pembiayaan. BSI juga mewujudkan komitmen nyata dalam mengembangkan pelaku UMKM melalui BSI UMKM Center.

“BSI UMKM Center diharapkan dapat memfasilitasi UMKM di daerah untuk pemasaran, pelatihan bersama, serta ajang co-working space dan berbagi informasi sesama pelaku UMKM. De ngan demikian, pelaku UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi bangsa ini bisa kami bantu untuk terus meningkatkan skala usaha,” kata dia.

Ekspansi Global

Tumbuh 38%, Laba BSI Tembus Rp 3 Triliun
Rasio keuangan BSI

Di sisi lain, BSI akan berekspansi global dengan membuka kantor representative di Dubai, Uni Emirat Arab, kuartal I-2022. Langkah tersebut merupakan strategi perseroan untuk meningkatkan posisi sebagai bank syariah Indonesia di kancah internasional.

Perseroan, demikian Hery, telah mendapatkan persetujuan dari otoritas perbankan dan keuangan di Dubai, No vember 2021. Adapun, proses terse but masih terus berjalan dan diharapkan bisa sesuai target.

“Pembukaan kantor representatif BSI di Dubai ditargetkan kuartal I tahun ini dan akan menjadi kado istimewa sekaligus hub perbankan syariah nasional,” ucap Hery.

Tumbuh 38%, Laba BSI Tembus Rp 3 Triliun
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi (tengah) didampingi Direktur Teknologi Informasi Achmad Syafii (kiri), Wakil Direktur Utama 1 Ngatari (dua dari kiri), RCEO Region 5 Jakarta 2 Deden Durachman (empat dari kiri) dan Direktur Sales & Distribution Anton Sukarna (paling kanan) saat meresmikan kantor cabang digital di Gedung The Tower Jakarta, Senin (13/9/2021).

Menurut dia, Dubai dipilih sebagai tujuan ekspansi global bisnis BSI, karena merupakan pusat ekonomi syariah yang sangat kuat. Selain itu, saat ini, pendanaan melalui sukuk global sangat potensial, sehingga dapat digarap BSI.

“Kami sudah mendapat license letter in corporation November 2021 dan ini terus berlanjut. Kami harus siapkan space office dan kami kembali lagi ke financial authority_di Dubai,” ujar Hery.

BSI, kata dia, memang telah berencana mendirikan kantor atau unit kerja di kawasan Timur Tengah sejak awal berdiri. Tujuannya membantu penyerapan dan penerbitan sukuk global pemerintah.

“Kantor ini akan menjadi securities company. Ada investor, analis, dan para bankir asset management yang akan membantu perusahaan Indonesia mendapatkan pendanaan, misalnya, PT Pertamina atau BUMN lainnya. Jadi, BSI bisa bantu lebih jauh,” sambung dia.

Prospek Saham

Tumbuh 38%, Laba BSI Tembus Rp 3 Triliun
Ikhtisar kinerja keuangan BSI

Di sisi lain, analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis mengatakan, BSI tahun ini berpeluang untuk melanjutkan tren positif yang dibukukan tahun lalu. Proyeksi itu sejalan dengan data Bank Indonesia yang menyebutkan, pertumbuhan kredit mencapai 5,2% pada Desember 2021.

“Selain itu, fundamental perseroan kuat. Alhasil, saham BSI masih menawarkan potential upside. Terlebih, kredit sudah mulai bertumbuh,” jelas dia kepada Investor Daily, Rabu (2/2).

Abdul menambahkan, dari sisi valuasi, price to book value (PBV) saham BSI berkode BRIS mencapai 2,6 kali, dengan rata-rata lima tahun 3,9 kali. Artinya, mengacu harga penutupan perdagangan kemarin di level Rp 1.545, saham BRIS masih murah.

“Akan tetapi, apabila dilihat secara teknikal, saham BRIS masih dalam downtrend. Untuk itu, para investor bisa wait and see dan menerapkan strategi buy on weakness saham BRIS,” tegas dia.

Pengamat pasar modal Rovandi mengatakan, saham BRIS dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) sudah turun dalam dan masuk ke area jenuh jual.

“Oleh sebab itu, kedua saham tersebut berpotensi rebound,” ujar dia.

Rovandi menilai, kinerja BSI saat ini masih di bawah bank konvesional. Selain itu, BSI akan menghadapi tekanan jika The Fed menaikan suku bunga, yang berpotensi diikuti BI.

Imbasnya, nasabah akan lebih tertarik menyimpan uang di bank konvensional yang bunganya lebih tinggi.

“Namun, secara valuasi, saham BRIS dan bank konvensional mirip,” ujar dia. (fur/bil)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 20 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia