Jumat, 15 Mei 2026

Pentingnya Amankan Kondisi Finansial di Masa Depan dengan Investasi

Penulis : Imam Suhartadi
3 Aug 2022 | 11:41 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi investasi. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, investor.id - Dibandingkan dengan menabung, investasi memiliki kelebihan berupa nilai kekayaan yang turut bertambah seiring waktu dan tak terlibas oleh inflasi. Karena alasan tersebut, tak sedikit orang lebih memilih berinvestasi ketimbang menabung untuk mengamankan kondisi keuangannya di masa depan atau meraih tujuan finansial lebih cepat. 

Investasi adalah aktivitas penanaman modal di sebuah lembaga atau badan usaha, barang berharga, maupun perusahaan, agar bisa mendapatkan keuntungan atau profit di masa mendatang. 

Bentuk investasi pun beragam, seperti, investasi reksa dana, saham, obligasi, emas, hingga barang bermerek, dengan tujuan untuk mendapatkan penambahan nilai atau keuntungan di masa depan. 

Namun, berinvestasi tidak boleh dilakukan secara pasif agar potensi profit yang bisa didapatkan optimal. Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dan diawasi secara kontinu agar modal investasi bisa berlipat ganda. Untuk lebih jelasnya, berikut 7 tips berinvestasi untuk pemula yang tentunya layak untuk dicermati. 

ADVERTISEMENT

1. Memiliki Komitmen Kuat

Investasi bukanlah sebuah aktivitas yang bisa dilakukan dalam jangka pendek untuk bisa meraih keuntungan yang optimal. Dibutuhkan komitmen yang kuat agar bisa terus bertahan melakukan investasi dalam jangka panjang di tengah pasang surut profit yang tak menentu. 

Selain itu, komitmen juga diperlukan agar bisa terus menyisihkan sebagian penghasilan untuk diinvestasikan dan menahan hasrat untuk membeli kebutuhan yang tak mendesak maupun tak perlu.

2. Pastikan Gunakan Uang Dingin

Hal yang satu ini penting, namun sering luput dari perhatian para investor pemula. Jangan asal menyimpan uang dalam produk investasi tanpa memastikan semua kebutuhan dan pos keuangan penting telah terpenuhi.

Sebagai contoh, ada beberapa pos keuangan yang perlu dipenuhi sebelum mulai berinvestasi, seperti, kebutuhan pokok, tagihan bulanan, dana darurat, asuransi, hingga tabungan pendidikan. 

Khusus untuk tabungan pendidikan, beberapa orang menyimpannya via asuransi pendidikan atau instrumen investasi risiko rendah atau sedang.

Jangan melakukan investasi menggunakan dana darurat, apalagi dana pinjaman karena akan berisiko mengganggu kondisi finansial. Hanya gunakan uang dingin yang tak bakal digunakan dalam jangka waktu dekat untuk investasi agar tak menimbulkan masalah bagi keuangan. 

3. Lakukan Diversifikasi

Tak kalah pentingnya, usahakan pula untuk tak menaruh semua telur di satu wadah saat berinvestasi. Diversifikasi merupakan upaya untuk memaksimalkan cuan investasi dan menekan risiko kerugiannya.

Sebagai saran, kamu bisa menyimpan 70 persen dana investasi di obligasi, 10 persen pada deposito, dan 20 persen lainnya pada reksa dana saham. Dengan begitu, saat salah satu instrumen investasi mengalami kerugian, keuntungan di instrumen lainnya masih mampu mengangkat nilainya.

4. Pasang Tujuan Investasi dengan Jelas

Setiap orang pasti memiliki tujuan finansial yang ingin diraih. Nah, salah satu cara agar tujuan finansial tersebut lebih lekas tercapai adalah melalui investasi. Jika tujuan finansial adalah untuk mempersiapkan dana pensiun atau kebutuhan jangka panjang lainnya, mungkin produk investasi berisiko tinggi seperti saham lebih cocok untuk dipilih. 

Di sisi lain, jika tujuan investasi adalah untuk kebutuhan jangka pendek, seperti, menikah atau pendidikan, memilih instrumen investasi dengan risiko rendah dan menengah seperti deposito dan obligasi relatif lebih optimal. 

Karena berkaitan dengan jenis produk investasi yang bakal dipilih, investasi harus didasari oleh tujuan yang jelas agar bisa mengoptimalkan keuntungannya. 

5. Jangan Pernah Berhenti Belajar

Berinvestasi adalah sebuah perjalanan yang panjang. Untuk bisa mendapatkan untung melimpah dan optimal, tentu kamu harus perlu banyak belajar tentang berbagai hal terkait investasi, seperti syarat, ketentuan, mekanisme, biaya, manajemen risiko, mencari mentor, mempelajari kondisi perusahaan dan emiten, dan lain sebagainya. 

Dengan begitu, kamu memiliki alasan yang mendasari pembelian sebuah produk investasi dan tak sekadar mengikuti gosip atau tren.

6. Sesuaikan dengan Profil Risiko

Saat mengalami kerugian dalam berinvestasi, masing-masing orang memiliki respons yang berbeda. Hal ini dikarenakan profil risiko setiap investor tidak sama, ada yang siap menghadapi kerugian besar, ada juga yang langsung panik saat nilai investasinya menurun sedikit saja. 

Secara umum, terdapat 3 jenis profil risiko, yaitu, konservatif atau risiko rendah, moderat atau risiko sedang, dan agresif atau risiko tinggi. 

Ingat, dalam berinvestasi, terdapat istilah yang berbunyi high risk high reward. Artinya, jika ingin meraih keuntungan besar saat berinvestasi, kamu juga harus siap menerima kerugian besar. Karena itulah menyesuaikan profil risiko amat penting dilakukan oleh para investor agar tak gentar saat berinvestasi. 

7. Perhatikan Legalitas dan Kredibilitas Perusahaan Investasi

Agar menjamin keamanan dan kenyamanan investasi, pastikan untuk memanfaatkan perusahaan yang legal, kredibel, dan terdaftar di OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Dengan begitu, kamu tidak akan sampai tertipu oleh oknum tak bertanggung jawab alias investasi bodong. 

8. Lakukan Investasi dengan Riset dan Logika

Walaupun investasi sekarang ini telah menjadi jauh lebih populer, tak sedikit orang yang berinvestasi hanya untuk ikut-ikutan dan tak mau ketinggalan tren. Alhasil, tanpa bekal pengetahuan dan pemahaman apapun, mereka terjun ke dunia investasi dan harus menelan kerugian. 

Oleh karena itu, penting untuk mengikuti tips-tips di atas dan berinvestasilah berdasarkan riset serta logika agar mampu meraih keuntungan optimal. 



 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia