Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih BSI (BRIS) Melesat 41,3% di Semester I-2022

Penulis : Novy Lumanauw
25 Aug 2022 | 18:21 WIB
BAGIKAN
Nasabah melakukan transaksi di ATM BSI, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Investor Daily/David Gita Roza)
Nasabah melakukan transaksi di ATM BSI, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, Investor.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja hingga pertengahan tahun 2022, meski ekonomi fluktuatif akibat gejolak ekonomi global. Laba bersih perseroan melesat 41,31% menjadi Rp 2,13 triliun pada semester I-2022.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, kinerja moncer BSI semester I-2022 didukung kemampuan perseroan menjaga keseimbangan seluruh rasio keuangan, sehingga bertumbuh sehat dan intermediasi yang terus membaik. Hal ini mendukung profitabilitas BSI terus meningkat, dengan laba bersih tumbuh double digits menjadi Rp 2,13 triliun sampai Juni 2022.

“Dukungan berbagai pihak makin memperkokoh kinerja perseroan, sehingga target perseroan hingga akhir tahun diharapkan tercapai. Berbagai aksi korporasi yang akan dilakukan perseroan pada tengah tahun ini juga menjadi salah satu strategi untuk menguatkan BSI dari sisi aspek permodalan,” kata Hery melalui keterangan tertulis, Kamis (25/8/2022).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, kinerja positif ini juga didukung  kepercayaan masyarakat melalui penempatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 244,66 triliun atau tumbuh 13,07% dengan proporsi DPK didominasi oleh tabungan wadiah, giro dan deposito. Kepercayaan masyarakat terhadap tabungan BSI menghantarkan tabungan BSI berada pada posisi Top 5 industri perbankan nasional.

Disebutkan, tabungan wadiah menjadi salah satu produk yang diminati masyarakat karena bebas biaya administrasi bulanan dengan fasilitas e-banking yang modern dan mudah diakses, sedangkan dari sisi bank menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi bagi hasil. “Kinerja positif juga didukung oleh pembiayaan yang tumbuh dan sehat,” jelas dia.

Pembiayaan BSI secara keseluruhan sebesar Rp 191,29 triliun tumbuh 18,55%. Segmen pembiayaan terbesar yang menyokong capaian tersebut di antaranya pembiayaan mikro tumbuh 31,13%, pembiayaan konsumer tumbuh 21,66%, pembiayaan wholesale tumbuh 20,34%, pembiayaan kartu tumbuh 22,87% dan gadai emas tumbuh 20,07%. Raihan ini juga didukung NPF Nett sebesar 0,74%. Adapun cash coverage BSI meningkat signifikan menjadi 157,93%.

Kinerja yang sehat juga ditunjukkan pada pertumbuhan aset yang mencapai 12,46% secara yoy menjadi Rp 277,34 triliun. Selain itu, BSI juga terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dengan membaiknya biaya operasional (BOPO) menjadi 74,50%. “Untuk kedepannya, BSI akan fokus pada investasi berkelanjutan serta pengembangan islamic ecosystem sesuai dengan semangat ekonomi hijau berlandaskan ESG (Environmental, Social, and Governance) yang saat ini sedang diperkuat oleh pemerintah dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital sejalan semangat transformasi di tubuh BSI,” lanjut Hery.

Per Juni 2022, pengguna BSI Mobile mencapai 4,07 juta user atau naik 81% secara yoy. Peningkatan jumlah pengguna  dipengaruhi perubahan perilaku masyarakat yang mulai beralih ke e-channel BSI Mobile, ATM maupun Internet Banking.

Saat ini, profil mayoritas nasabah BSI atau sekitar 97% telah beralih menggunakan e-channel untuk beraktivitas perbankan. Transaksi kumulatif BSI Mobile per Juni 2022 mencapai 117,72 juta transaksi dan berkontribusi memberikan fee based income sebesar Rp119 miliar.

Keuangan Berkelanjutan

Hery mengatakan, dalam menyalurkan pembiayaan, BSI terus menjaga nilai-nilai syariah dengan memberikan pembiayaan yang sehat dan sustain sehingga tetap menjaga keberlangsungan kehidupan dan lingkungan.

Selain itu, lanjutnya, BSI terus berkomitmen dalam penerapan prinsip environmental (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola perusahaan) atau ESG, selaras dengan aspek keuangan berkelanjutan (sustainable finance).

Pembiayaan BSI terkait ESG terus meningkat dan kedepannya akan diakselerasi sehingga perseroan mampu menghadirkan nilai yang lebih baik kepada para pemangku kepentingan.

Tentunya value ini dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Per Juni 2022, pembiayaan keuangan berkelanjutan BSI mencapai Rp 50,05 triliun atau 26% dari total pembiayaan BSI.

Perseroan juga menggencarkan implementasi keuangan berkelanjutan dengan penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) yang mengusung konsep 3P (people, planet, dan profit). Dana CSR yang disalurkan BSI ke berbagai sektor socioeconomic mencapai Rp 84,1 miliar. Salah satunya pendampingan dan pengembangan 19 Desa Binaan BSI yang tersebar di Aceh, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat dan Makassar.

 Sementara itu, di bidang spiritual, BSI juga membangun masjid-masjid di tempat wisata, terbaru yakni Masjid BSI Penanjakan di kawasan Bromo Jawa Timur. Adapun terkait People, BSI memberikan lebih dari 400 program beasiswa, sedangkan dalam hal Charity dan Environment BSI melakukan gerakan penanaman pohon lebih dari 20.000 bibit di daerah – daerah berpotensi rawan banjir.

“Mendorong pembangunan keuangan berkelanjutan menjadi salah satu komitmen kami dalam mengimplementasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan di berbagai daerah, diantaranya melalui project green campaign dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Hery.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 33 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia