AFTECH: Pasar Fintech Indonesia Tawarkan Peluang Bisnis Triliunan Rupiah
JAKARTA, investor.id – Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia menjanjikan peluang investasi yang besar tidak hanya bagi investor lokal tetapi juga bagi investor asing. Tak terkecuali pasar fintech Indonesia tawarkan peluang bisnis hingga triliunan rupiah. Apalagi, baru-baru ini, pemerintah telah memperbarui regulasi untuk mendorong investasi yang lebih besar di industri fintech.
CEO TekenAja (VeriJelas) dan Wakil Sekretaris Jenderal AFTECH Alwin Jaberti mencatat sektor Fintech Indonesia semakin matang dalam beberapa tahun terakhir. Lanskap fintech Indonesia didominasi oleh P2P lending, di mana nilai penyaluran pinjaman mencapai Rp44,3 triliun pada akhir Juni 2022, dibandingkan dengan Rp33,6 triliun pada Desember 2021. Perusahaan pinjaman P2P telah berhasil memanfaatkan pasar yang belum terlayani oleh lembaga keuangan tradisional, terutama di Jawa. Karena pinjaman P2P terutama difokuskan di Jawa, ada potensi pertumbuhan yang sangat besar di pulau-pulau Indonesia lainnya.
“Sebelum tahun 2018, lanskap sektor fintech Indonesia sangat sederhana dengan hanya dua pembiayaan digital baik melalui P2P lending maupun melalui sistem pembayaran. Tapi setelah 2018, industri fintech berkembang pesat mulai dari pembayaran dan pinjaman digital, insurtech, wealth tech dan market provisioning,” kata Alwin.
Asosiasi juga mendorong lebih banyak inisiatif untuk mewujudkan inklusi keuangan, termasuk bekerja sama dengan bank pembangunan daerah (BPD) untuk menyalurkan pinjaman modal kerja. Saat ini baru sekitar 7% dari total pinjaman BPD yang tersalurkan dengan baik. Meski demikian, masih ada sekitar 92% simpanan menganggur di BPD yang bisa disalurkan menjadi kredit produktif dengan menggandeng fintech crowdfunding.
Menjawab pertanyaan tentang kategori terseksi di fintech, Alwin mengatakan kategori crowdfunding sekuritas sangat menarik saat ini. Pada dasarnya, securities crowdfunding adalah sekuritisasi proyek oleh UMKM yang dapat diikuti oleh investor ritel berdasarkan kriteria tertentu. Namun, perlu ada sosialisasi yang lebih besar dan struktur proyek yang lebih baik.
Kategori lain yang mendapatkan traksi besar adalah penilaian kredit. “Jadi saya kira penggunaan big data dan data alternatif akan semakin marak di Indonesia,” tambah Alwin.
Perbankan digital juga menawarkan peluang bisnis yang luar biasa bagi para pemain fintech. “Bahkan saat ini semakin banyak bank tradisional seperti bank pembangunan daerah secara agresif bermitra dengan fintech karena mereka tidak perlu berinvestasi di belanja modal. Sebaliknya, fintech diuntungkan dengan kekuatan BPD dalam mengenali budaya dan kearifan lokal,” kata Alwin.
Chief Operating Officer Singapore Fintech Association Reuben Lim mengatakan, Indonesia, seperti halnya Singapura, menurut saya sedang mengalami pertumbuhan eksponensial tidak hanya di segmen B2B tetapi juga di segmen B2C sebagaimana disampaikan para pembicara hari ini. “Kami melihat ada peluang kolaborasi yang sangat kuat antara para pemain Fintech dari kedua negara,” kata Lim.
Dalam hal pemilihan partner yang tepat, Melisa Irene, partner East Ventures mengatakan bahwa banyak organisasi yang dapat membantu menjembatani kesenjangan antara kedua belah pihak. “Sebelum melakukan transaksi, penting bagi investor untuk memahami pihak lain sehingga mereka dapat melakukan percakapan. Juga, kita perlu menjangkau orang-orang yang dapat memperkenalkan kita, memberikan sudut pandang kita versi seseorang,” kata Irene.
Irene menambahkan, pasar B2B khususnya menawarkan potensi besar mengingat sektor UKM Indonesia yang besar dan ketersediaan data yang lebih besar.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler





