Jumat, 15 Mei 2026

Jreng! Laba Bersih BSI (BRIS) Lompat Jadi Rp 4,26 T

Penulis : Prisma Ardianto
1 Feb 2023 | 20:17 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI Hery Gunardi dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Triwulan IV-2022 BSI, Rabu (1/2/2023) malam. (Prisma Ardianto)
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI Hery Gunardi dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Triwulan IV-2022 BSI, Rabu (1/2/2023) malam. (Prisma Ardianto)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI membukukan laba bersih mencapai Rp 4,26 triliun atau tumbuh 41% secara year on year (yoy) di akhir 2022. Pertumbuhan ini seiring keberhasilan perusahaan dalam aspek efisiensi.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan, merger yang dilakukan pada dua tahun lalu membuahkan hasil yang positif. Sampai kuartal IV-2022 total aset tumbuh 15% menjadi Rp 306 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) baik 12% (yoy) menjadi Rp 261,49 triliun. Sementara pembiayaan tumbuh 21% (yoy) menjadi Rp 208 triliun.

"Alhamdulillah BSI mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 4,26 triliun, atau mengalami pertumbuhan 41% secara tahunan pada 2022," kata Hery dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Triwulan IV-2022 BSI, Rabu malam (1/2/2023).

ADVERTISEMENT

Hery menerangkan, pencapaian ini hasil dari keberhasilan efisiensi yang dilakukan perusahaan. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun dari 80,46% pada Desember 2021 menjadi 75,88% pada Desember 2022.

Profitabilitas yang semakin baik juga tercermin dari return on asset (ROA) yang meningkat secara tahunan dari 1,61% menjadi 1,98%. Sementara return on equity (ROE) pun naik dari 13,71% menjadi 16,84%. Begitu juga net imbal (NI) naik dari 6,04% menjadi 6,31%. Adapun cost of fund (CoF) turun 2,03% menjadi 1,62%.

Dari sisi kualitas aset, rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) Gross bergerak menurun dari 2,93% menjadi 2,42% per Desember 2022. Seiring penurunan itu, NPF Net pun susut 0,87% menjadi 0,57%. Sedangkan pencadangan yang digambarkan NPF Coverage naik dari 148,87% menjadi 183,12%.

"Kita ingin menuju cadangan ke 200%, mungkin ada bank yang melakukan koreksi, mungkin pencadangan terlalu gede, itu bisa dikembalikan menjadi fee based. Tapi untuk kita, untuk menghadapi kondisi yang menantang ini kita harus mempersiapkan pencadangan yang cukup," kata Hery.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 37 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 41 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia