Belum Tuntas, Penyelesaian Jiwasraya Butuh PMN Lagi Rp 3 Triliun
JAKARTA, investor.id – Penyelesaian permasalahan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kembali menyeret kebutuhan dana melalui penyertaan modal negara (PMN). Setelah disuntik Rp 20 triliun oleh negara, kini Kementerian BUMN mencanangkan untuk meminta tambahan sebesar Rp 3 triliun.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan bahwa persoalan di Jiwasraya belum tuntas. Saat ini masih ada aset senilai Rp 7,5 triliun yang masih perlu dipindahkan dari Jiwasraya ke PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life).
Dia menerangkan, pengalihan aset ini belum bisa tuntas karena memerlukan dana tambahan. Pasalnya, penjualan aset sitaan yang ada relatif lambat. Sehingga Kementerian BUMN memutuskan kebijakan untuk kembali meminta PMN untuk penyelesaian persoalan ini.
"Kami memutuskan karena OJK meminta dipercepat untuk menambah PMN Rp 3 triliun di tahun ini. Dan ini nanti rencananya pull-nya dari cadangan investasi karena di APBN sudah ada cadangan investasi sekitar Rp 5 triliun," ungkap Tiko, sapaan akrabnya, dalam raker bersama Komisi VI DPR RI, Senin (13/2/2023).
Dia menegaskan, rencana ini akan disampaikan lebih lanjut oleh Kementerian BUMN pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI berikutnya. Dalam hal ini, PMN merupakan kelanjutan dari penyelesaian program restrukturisasi polis Jiwasraya ke IFG Life.
Tidak sampai di situ, sisa kebutuhan dana akan dicari dari berbagai sumber. Sisa dana sekitar Rp 5 triliun akan ditutup dari pendanaan holding Indonesia Financial Group (IFG) dan pengalihan aset investasi berupa reksa dana yang sempat disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Jadi ini harapan kami, dengan effort ini, tahun ini benar-benar tuntas. Karena kami melihat masih ada nasabah yang belum dipindahkan ke IFG Life. Sampai tahun ini kami harapkan selesai sebelum nanti mulai tahun politik," jelas Tiko.
Pada kesempatan berbeda, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Asuransi Jiwasraya (Persero) untuk menyampaikan rencana penyehatan keuangan (RPK) terbaru tentang penyelesaian pengalihan polis ke PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life). RPK dimaksud meliputi potensi penambahan modal dari pemegang saham.
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan, pengalihan portofolio polis saat ini sedang berlangsung secara bertahap. OJK telah meminta perusahaan untuk mengalihkan seluruh polis dengan segera. Terhadap polis yang belum dialihkan, OJK meminta Jiwasraya untuk menyesuaikan RPK sehingga mencerminkan keadaan terkini.
Adapun dalam mendukung proses penyelesaian pengalihan portofolio polis, masih diperlukan adanya tambahan modal dari pemegang saham. Dengan demikian, semua polis yang telah setuju restrukturisasi dapat dialihkan seluruhnya ke IFG Life.
"Jiwasraya harus menyampaikan RPK yang dapat menyelesaikan pengalihan portofolio bagi seluruh pemegang polis yang menyetujui restrukturisasi termasuk tambahan modal dari pemegang saham yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pengalihan dimaksud," jelas Ogi.
Sampai dengan 31 Desember 2022, sudah terdapat sekitar 99,1% peserta yang telah mengikuti program restrukturisasi polis Jiwasraya. Jumlah tersebut terdiri atas 98,4% peserta asuransi dari produk bancassurance atau sebanyak 17.189 pemegang polis; 99,6% atau sebanyak 289.247 pemegang polis dari produk ritel; 99,4% atau sebanyak 6.051 peserta asuransi dari produk korporasi.
Direktur Manajemen Risiko, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Jiwasraya, R. Mahelan Prabantarikso mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan upaya pengalihan aset dan liabilitas yang menjadi rangkaian akhir dari program restrukturisasi Jiwasraya. Jika tak ada halangan, upaya pengalihan aset dan liabilitas Jiwasraya ini pun ditargetkan dapat selesai dalam waktu dekat.
"Target ini pula yang menjadi arahan dari Bapak Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu dengan pemegang saham yang kemudian diteruskan ke manajemen," ungkap Mahelan.
Bersamaan dengan upaya pengalihan aset dan liabilitas perusahaan ke entitas baru, Mahelan melanjutkan, manajemen Jiwasraya memastikan akan melanjutkan pengoperasian perusahaan, sebelum akhirnya status pengelolaan perusahaan diserahkan dan diputuskan oleh pemegang saham. Berangkat dari hal tersebut, saat ini manajemen Jiwasraya tengah melakukan strategi efisiensi guna menekan biaya operasional perusahaan.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






