Jumat, 15 Mei 2026

Bank Fama Resmi Berubah Nama Menjadi Superbank

Penulis : Fajar Widhiyanto
20 Feb 2023 | 18:44 WIB
BAGIKAN
Tigor M. Siahaan, telah ditunjuk sebagai Direktur Utama untuk memimpin perjalanan transformasi digital Superbank.
Tigor M. Siahaan, telah ditunjuk sebagai Direktur Utama untuk memimpin perjalanan transformasi digital Superbank.

JAKARTA, Investor.id – PT Bank Fama International (Bank Fama) hari ini, Senin (20/2/2023) secara resmi mengumumkan perubahan nama menjadi PT Super Bank Indonesia (Superbank), dan mempertegas komitmennya untuk memperluas akses ke layanan finansial bagi lebih banyak masyarakat Indonesia dengan secara resmi bertransformasi menjadi bank dengan layanan berbasis digital.

Superbank hadir untuk memanfaatkan potensi pasar perbankan digital Indonesia yang sangat besar, aktif berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberdayakan seluruh masyarakat dengan menghadirkan produk keuangan sederhana, transparan dan fleksibel, dengan memanfaatkan teknologi terbaik serta mendorong literasi keuangan.

Bankir senior Tigor M. Siahaan, telah ditunjuk sebagai Direktur Utama untuk memimpin perjalanan transformasi digital Superbank, mengandalkan kapabilitas teknologi terdepan di industri yang didukung oleh salah satu ekosistem terluas dan terkuat di Asia Tenggara yang meliputi Grup EMTEK, Grab, dan Singtel.

Industri perbankan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Simpanan nasabah di bank umum di Indonesia terus meningkat, mencapai Rp 8.203 triliun pada 2022, tumbuh lebih dari 8% dibandingkan 2021. Nilai transaksi perbankan digital pada 2022 meningkat 28,72% year-on-year menjadi Rp52.545,8 triliun dan diproyeksikan akan tumbuh 22,13% hingga mencapai Rp64.175,1 triliun pada 2023.

ADVERTISEMENT

Superbank diharapkan dapat menjangkau jutaan UMKM dan nasabah ritel melalui ekosistem luas yang dimiliki oleh Grup EMTEK, Grab, dan Singtel. Termasuk di antaranya jutaan penikmat multi-platform media dan jutaan penjual online allcommerce untuk Grup EMTEK; jutaan pengguna platform Grab di Indonesia, termasuk mitra pengemudi, merchant, dan agen Grab; serta jutaan pelanggan seluler dan bisnis di 21 pasar global untuk Singtel yang juga mencakup tetapi tidak terbatas pada Indonesia dan seluruh Asia Tenggara.

“Kami sangat antusias dengan perubahan nama menjadi Superbank yang merupakan tonggak penting perjalanan kami menjadi bank dengan layanan berbasis digital, yang didukung penuh oleh mitra ekosistem kami sejak awal. Kami berharap dapat menjadi bank yang selalu bisa diandalkan oleh

nasabah untuk memberikan panduan dan dukungan keuangan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari hingga membantu mencapai aspirasi besar mereka. Momen ini juga memperkuat komitmen kami dalam memperluas akses ke pembiayaan yang mudah dan bertanggung jawab bagi segmen underbanked untuk membantu mewujudkan potensi penuh pertumbuhan dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Tigor M. Siahaan, Direktur Utama Superbank dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi.

Indonesia memiliki populasi underbanked terbesar di Asia Tenggara. Termasuk di antaranya UMKM dan nasabah retail dari segmen underbanked dengan beberapa sumber pendapatan, namun tetap membutuhkan pinjaman untuk dapat terus mengembangkan usahanya. “Segmen UMKM dan nasabah retail inilah yang menjadi target pasar utama kami. Dengan meningkatkan akses finansial ke segmen ini, kami dapat mendukung produktivitas mereka sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tambah Tigor.

Sementara itu Alvin Sariaatmadja, Chief Executive Officer, PT Elang Mahkota Teknologi (Grup EMTEK) mengatakan, pihaknya melihat perkembangan era digitalisasi sektor keuangan di Indonesia menjadi momen bagi Emtek untuk dapat berkontribusi dalam meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik lagi melalui teknologi.

“Yang nantinya akan kami wujudkan melalui berbagai pelayanan dari Superbank. Kami melihat tambahan bank dengan layanan berbasis digital ke dalam ekosistem kami akan membuat bisnis Emtek semakin sustainable, dan kami pun akan turut mengajak seluruh stakeholder bagian dari ekosistem kami untuk merasakan manfaat dari pelayanan bank ini. Terakhir, yang tidak kalah penting kami sangat antusias dengan Superbank atas keberadaan para partner dan manajemen yang memiliki track record luar biasa di bidangnya,” tutur Alvin.

Dalam kesempatan yang sama Alex Hungate, Chief Operating Officer, Grab, mengatakan, Grab bangga dapat mendukung misi Superbank untuk mendorong inklusi keuangan yang lebih luas bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Indonesia memiliki populasi underbanked yang besar, termasuk mitra pengemudi dan mitra merchant di platform kami. Kami berharap keahlian kami di bidang teknologi, consumer insights, dan pengalaman kami menyediakan layanan keuangan di kawasan Asia Tenggara, akan memperkuat Superbank dalam membantu pelanggan mereka mencapai kesejahteraan ekonomi yang lebih baik.”

Juga di kesempatan serupa Arthur Lang, Group Chief Financial Officer Singtel Group mengatakan, mendemokratisasi akses keuangan adalah misi yang sejalan dengan tujuan grup untuk Memberdayakan Setiap Generasi – dengan memanfaatkan kekuatan transformatif teknologi untuk membuka peluang baru dan menciptakan dunia yang lebih baik yang lebih berkelanjutan dan inklusif bagi semua orang.

“Kami berharap dapat memanfaatkan keahlian digital dan jaringan kemitraan kami sebagai perusahaan teknologi terkemuka untuk mempercepat upaya Superbank menghadirkan layanan dan solusi perbankan digital yang mudah diakses bagi masyarakat Indonesia,” tutur Arthur Lang.

“Dengan memanfaatkan berbagai aset data, teknologi, dan jaringan yang kuat dari ekosistem kami, yang merupakan salah satu aset terluas dan paling beragam di industri,kami percaya bahwa kami memiliki pondasi yang kokoh untuk menawarkan sesuatu yang berbeda di pasar dan mengembangkan bisnis kami lebih lanjut," tutup Tigor.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia