Jumat, 15 Mei 2026

Perusahaan Multifinance Dorong Pembiayaan Kendaraan Listrik

Penulis : Nida Sahara
27 Feb 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Seseorang ketika menggunakan fasilitas Electric Vehicle (EV) Charging Station di Senayan Park, Jakarta. (B-Universe Photo/Ruht Semiono)
Seseorang ketika menggunakan fasilitas Electric Vehicle (EV) Charging Station di Senayan Park, Jakarta. (B-Universe Photo/Ruht Semiono)

JAKARTA, investor.id – Sejumlah perusahaan multifinance tahun ini mendorong pembiayaan ke segmen kendaraan listrik. Hal tersebut lantaran permintaan kendaraan listrik yang prospektif dan sebagai dukungan perusahaan pembiayaan untuk meningkatkan portofolio hijau.

Seperti PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) yang tahun ini memacu pembiayaannya ke segmen kendaraan listrik. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, penjualan kendaraan listrik di Indonesia melesat signifikan. Dari posisi sekitar 3 ribu unit terjual pada 2021, meningkat menjadi lebih dari 15 ribu unit pada 2022. Menurut dia, kendaraan listrik merupakan peluang besar karena tidak terguncang kenaikan harga minyak dan merupakan energi baru terbarukan, serta ramah lingkungan.

“Bahkan, full EV (electric vehicle) loncatannya lumayan tinggi dari 685 unit ke 10 ribu unit di 2022. Ini perlu ditangkap, CNAF menangkap opportunity ini sebagai sustainability, kami fokus ke sana. Kami pun melakukan pembiayaan agresif meski belum sebesar industri, tapi coba mendahului,” kata Ristiawan dalam seminar daring, akhir pekan lalu.

ADVERTISEMENT

Setiap tahun, realisasi pertumbuhan pembiayaan untuk mobil ramah lingkungan atau full EV meningkat signifikan. Hal ini merupakan bukti dukungan CNAF pada program pemerintah untuk mendorong transportasi ramah lingkungan. Ristiawan memasang target pertumbuhan pembiayaan secara keseluruhan tahun ini sebesar 15% secara tahunan (year on year/yoy).

“Kami targetkan pembiayaan EV didorong lebih dari dua kali lipat. Tahun ini target pembiayaan 15% untuk CNAF, kami harap tumbuh dua kali lipat untuk EV,” jelas dia.

Ristiawan menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia dan global yang diprediksi akan lebih baik dari perkiraan awal. Faktor pendukung pertumbuhan bisnis pembiayaan di Indonesia juga akan dipengaruhi oleh Penghapusan PPKM oleh Presiden Joko Widodo di Desember 2022.

“Mobilisasi masyarakat akan kembali kuat dan animo memiliki kendaraan baru melalui pembiayaan akan semakin meningkat. Disamping itu, 2023 memasuki tahun politik, biasanya di tahun politik akan menunjang terhadap pertumbuhan ekonomi,” ungkap Ristiawan.

Sebelumnya, CNAF membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 420 miliar pada 2022, tumbuh 35,86% (yoy). Perolehan ini didukung oleh kenaikan pembiayaan baru (booking) hingga akhir tahun 2022 yang mencapai Rp 7,9 triliun, tumbuh signifikan sebesar 38,82% dibanding total pembiayaan pada tahun 2021 sebesar Rp 5,7 triliun.

Secara terpisah, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga turut mendorong pembiayaan hijau (green financing),  khususnya bagi kendaraan listrik (electric vehicle). Direktur BCA Finance Petrus S Karim mengatakan, diversifikasi portofolio pembiayaan menjadi salah satu prioritas kunci BCA pada 2023.

“Di tengah minat masyarakat yang meningkat terhadap produk ramah lingkungan, industri jasa keuangan mempunyai peran strategis dalam pembiayaan program kendaraan listrik,” ujar Petrus.

Kendaraan listrik menjadi salah satu sektor potensial yang didanai oleh pembiayaan berkelanjutan BCA. Sepanjang 2022, sektor transportasi berkelanjutan tumbuh sebesar 16% (yoy) serta menjadi satu dari tiga sektor dengan pertumbuhan tertinggi dari keseluruhan portofolio pembiayaan berkelanjutan BCA. Kehadiran program ini juga sejalan dengan insentif dan kemudahan yang dihadirkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mempercepat penggunaan kendaraan bermotor listrik di tengah masyarakat.

Menurut Petrus, adanya gelaran tahunan dengan skala BCA Expoversary 2023 yang lebih besar disbanding tahun-tahun sebelumnya, momentum ini dapat mendorong jangkauan BCA lebih luas lagi dalam mendukung kemudahan para nasabah yang mencari produk-produk ramah lingkungan.

Untuk mendorong pembiayaan kendaraan listrik, BCA menawarkan promo suku bunga terjangkau untuk KKB selama Expoversary 2023, “Kami menawarkan suku bunga spesial 2,66% flat untuk tenor 3 tahun. Selain itu, selama perhelatan Expoversary 2023 ini BCA juga menyediakan down payment 0% untuk beberapa tipe mobil,” kata Petrus.

BCA Expoversary 2023 mengikutsertakan delapan merek mobil listrik dan empat merek motor listrik. Meskipun keikutsertaannya termasuk baru di acara ini, BCA menegaskan bahwa seluruh promo suku bunga dan uang muka juga berlaku untuk kendaraan listrik.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia