Kamis, 14 Mei 2026

Laba Bersih Bank Raya (AGRO) Melesat 100,38%

Penulis : Nida Sahara
2 Mar 2023 | 21:35 WIB
BAGIKAN
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencetak laba bersih senilai Rp 11,46 miliar di sepanjang tahun 2022. Pencapaian tersebut meningkat 100,38% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Pada Desember 2022, dari sisi aset, Bank Raya menyalurkan kredit sebesar Rp 7,77 triliun, sementara dari sisi liabilitas Bank Raya menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 9,81 triliun. Meskipun terdapat penurunan dibandingkan periode sebelumnya, hal ini adalah dampak langkah strategis perseroan untuk melakukan penataan kembali portofolio bisnis untuk fokus kepada pengembangan bisnis digital, khususnya di tengah proses transformasi menjadi bank digital.

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia dalam keterangannya menyatakan, perseroan terus memprioritaskan profitabilitas secara berkesinambungan untuk mewujudkan misi kami memperkuat sinergi ekosistem BRI Group. 

ADVERTISEMENT

“Hal ini dicapai dengan terus melakukan inovasi produk-produk andalan kami baik di digital saving maupun lending guna memastikan nilai jangka panjang untuk Bank Raya dan para pemangku kepentingan,” ungkap Bagus, Kamis (2/3/2023).

Nilai kredit digital yang disalurkan Bank Raya terus bertumbuh sebesar 87,65% menjadi Rp 917,89 miliar. Disamping itu, total simpanan digital yang dihimpun sebesar Rp 616,07 miliar. Rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) grossNPL juga menunjukkan perbaikan yaitu sebesar 2,90% lebih baik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 3,98%.  

“Lebih jauh, strategi perbaikan kinerja bisnis yang berfokus pada perbaikan kualitas aset dan recovery membuahkan hasil yang baik, serta memberikan ruang bagi perusahaan untuk menajamkan fokus efisiensi dan efektivitas kegiatan operasional dan peningkatan customer experience. Pendapatan recovery menembus angka Rp 562,1 miliar tumbuh 984,7% dari tahun sebelumnya,” sambung dia.

Bagus menegaskan, kinerja tersebut tidak terlepas dari upaya Bank Raya mengoptimalkan transaksi digital melalui digital saving Raya App yang tumbuh signifikan. Tercatat saat ini Raya Digital Saving telah digunakan lebih dari 700 ribu pengguna sejak diluncurkan pada 22 Februari 2022. 

Produk tersebut semakin memperkuat keunggulannya di kemudahan fitur dan aksesibilitas yang terintegrasi dengan ekosistem BRI Group. Dalam setahun terakhir ini, Bank Raya terus berinovasi dan mengembangkan potensi kolaborasi dengan fintech dan platform digital lainnya dengan mengintegrasikan produk Raya Digital Saving guna memperluas jangkauan nasabah dan meningkatkan pengalaman masyarakat bertransaksi perbankan digital. 

Hal ini tercermin dari peningkatan penggunaan Raya Digital Saving yang telah mencapai lebih dari 770 ribu transaksi dengan volume Rp 1,2 triliun yang meliputi transfer, payment (QRIS, e-wallet, pulsa, dan pembelian tiket KAI).

Sebagai digital attacker BRI Group, Bank Raya fokus untuk bersinergi dengan ekosistem BRI melalui berbagai kolaborasi program yang mendorong percepatan inklusi keuangan melalui produk-produk unggulannya. Selain simpanan digital, produk kredit digital, Pinang juga mengalami peningkatan terutama untuk produk yang bersinergi dengan induk. “Selama tahun 2022, Pinang Dana Talangan telah dimanfaatkan lebih dari 20 ribu Agen BRILink untuk mendorong produktivitas mereka dalam memenuhi transaksi harian mereka,” tutur Bagus. 

Hingga Desember 2022, penyaluran Pinang Connect yang merupakan pinjaman kepada fintech meningkat sebesar 45,80% menjadi Rp 414,16 miliar. Kenaikan juga dialami oleh Pinang Performa sebesar 110,24% menjadi Rp 27,23 miliar dan Pinang Maksima sebesar 159,26% menjadi Rp 159,40 miliar. Pinang Maksima dan Pinang Performa penyalurannya fokus untuk mendorong produktivitas usaha. Pinang Flexi yang merupakan end-to-end digital lending untuk memenuhi kebutuhan konsumtif telah menyalurkan sebesar Rp 114,02 miliar.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 10 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 27 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 57 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia