Credit Suisse Pimpin Koreksi Saham Bank di Eropa Setelah Runtuhnya SVB
LONDON – Kegelisahan baru mencengkeram pasar dunia pada Rabu (Kamis pagi WIB) karena berita investor terbesar Credit Suisse mengatakan tidak dapat memberikan bantuan keuangan lebih banyak kepada bank Swiss itu. Akibatnya, saham Credit Suisse dan saham Eropa yang lebih luas sekali lagi meluncur turun.
Saham pebankan di Eropa merosot dalam sepekan terakhir, menyusul jatuhnya Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat (AS). Tanda-tanda ketenangan dan stabilitas saham perbankan mulai bergeser ke kemungkinan aksi jual, setelah saham Credit Suisse jatuh ke rekor terendah baru.
Saham Eropa terakhir turun hampir 2%, saham bank Eropa anjlok 2,5%, dan saham berjangka AS turun 1%.
Investor bergegas kembali ke safe haven, dengan imbal hasil (yield) obligasi Jerman bertenor dua tahun turun 21 basis poin (bps) menjadi 2,71%.
“Harga saham Credit Suisse jatuh dan obligasi pemerintah menguat di belakangnya. Masih sangat didorong oleh persepsi kesehatan sektor perbankan, tetapi kali ini di Eropa,” kata strategis suku bunga senior di ING Antoine Bouvet, Kamis (16/3).
Bank Sentral Eropa (ECB) masih condong ke arah kenaikan suku bunga setengah persentase poin atau 50 basis poin (bps) pada Kamis, terlepas dari gejolak di sektor perbankan karena inflasi yang tinggi. Reuters mengutip pernyataan sumber yang dekat dengan Dewan Pemerintahan.
Ekuitas Asia naik, mengikuti reli bantuan Selasa (14/3) di Wall Street setelah data inflasi AS tidak memberikan kejutan buruk. Ini memperkuat harapan Federal Reserve (Fed) akan melakukan kenaikan suku bunga yang lebih kecil ketika bertemu minggu depan.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,9%, turun 1,7% pada perdagangan Selasa.
Indeks Nikkei Jepang datar sementara indeks bank Jepang, yang turun 8% minggu ini, melonjak lebih dari 3%.
Di pasar mata uang, indeks dolar yang mengukur mata uang AS terhadap enam saingannya naik tipis di 104,01, sementara euro turun 0,5% ke harga US$ 1,0680.
Harga minyak memangkas kenaikan kuat dan terakhir naik hanya 0,2%.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



