Jumat, 15 Mei 2026

Kecelakaan Meningkat, Jasa Raharja Bayar Santunan Rp 2,95 T

Penulis : Prisma Ardianto
20 Mar 2023 | 18:25 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A Purwantono. (Ist)
Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A Purwantono. (Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Jasa Raharja membayarkan santunan tahun 2022 mencapai Rp 2,95 triliun atau meningkat 22,40% secara year on year (yoy). Peningkatan nilai santunan ini seiring kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang naik, mengikuti mobilitas masyarakat yang kembali normal.

"Kecelakaan meningkat, santunan meningkat 22,40%. Kenapa? Setelah PPKM, masyarakat keluar (aktivitas). Nah ini yang jadi PR kita semua, perlunya mengedukasi masyarakat," ungkap Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A Purwantono dalam Media Gathering 2023 di Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Senin (20/3/2023).

Dalam hal ini, Jasa Raharja bersama Korlantas Polri tengah mengkaji efek jera yang layak diberikan bagi pelanggar hukum lalu lintas. Langkah ini sebagai upaya antisipasi bersama untuk menurunkan angka laka lantas di Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Supaya behavior masyarakat berubah, yang melawan arus, melanggar UU 22/2009 Pasal 57, ini harus dimulai. Jadi tidak lagi menolak membayar santunan, juga ada efek jera agar tidak melanggar aturan," imbuh Rivan.

Mengacu data Jasa Raharja, total penyerahan santunan tahun 2022 senilai Rp 2,95 triliun diberikan kepada sebanyak 140.933 orang korban laka lantas. Selain naik secara nilai santunan, jumlah korban juga meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 107.173 koban.

Jika diurai, nilai santunan sebesar Rp 1,54 triliun disalurkan bagi sebanyak 113.896 orang korban luka-luka maupun cacat tetap di tahun 2022. Jumlah ini pun meningkat dari tahun sebelumnya dengan jumlah korban sebanyak 82.156 orang dengan nilai santunan sebesar Rp 1,11 triliun.

Peningkatan nilai santunan juga dicatatkan untuk korban meninggal dunia. Jasa Raharja mencatat sebanyak 27.097 orang korban dengan nilai santunan mencapai Rp 1,41 triliun sepanjang tahun 2022. Di tahun sebelumnya, nilai santunan tercatat sebesar Rp 1,29 triliun terhadap 25.017 orang korban meninggal dunia.

Namun demikian, kata Rivan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan layanan dengan mempercepat proses santunan untuk ahli waris korban kecelakaan. Saat ini, santunan untuk kasus meninggal dunia sudah bisa dibayarkan 1 hari 4 jam, dari sebelumnya bisa sampai 3 hari.

Ke depan, Jasa Raharja menargetkan pembayaran santunan bisa cair kurang dari 24 jam. Hal ini sejalan dengan upaya mempercepat proses pemberkasan untuk korban kecelakaan lalu lintas yang kini sudah dapat menjadi 11 menit 14 detik.

"Kami kejar terus, ini termasuk edukasi kepada rumah sakit. Sekarang sudah ada kerja sama dengan 2.517 rumah sakit. Tapi edukasi kepada masyarakat dan untuk rumah sakit untuk menginput mobile services yang kami miliki itu juga penting," ungkap Rivan.

Lebih lanjut, menurut Rivan, peningkatan kecepatan layanan Jasa Raharja memang masih sangat bergantung pada sejumlah pihak. Kepolisian misalnya, diharapkan laporan kecelakaan lalu lintas kepada polisi bisa beralih ke digital, sehingga integrasi data pun bisa lebih mudah dan cepat.

"Sehingga tidak ada lagi interaksi lebih lama dan pelayanan pun bisa lebih cepat. Perusahaan juga mendesak cabang untuk bisa memastikan pembayaran (layanan) kepada rumah sakit maksimal 14 hari, ini yang menjadikan mereka semangat untuk bekerja sama dengan Jasa Raharja," jelas Rivan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia