Jumat, 15 Mei 2026

BRI Finance Rekomposisi Portofolio Bisnis

Penulis : Prisma Ardianto
22 Mei 2023 | 09:24 WIB
BAGIKAN
BRI Finance. (Ilustrasi/Perseroan)
BRI Finance. (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) terus berupaya memperbesar segmen pembiayaan konsumer sampai dengan 82% pada 2023. Langkah tersebut akan diikuti kebijakan rekomposisi portofolio turunannya.

Direktur Bisnis BRI Finance Primartono Gunawan mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir, perseroan memacu pertumbuhan bisnis berkelanjutan dengan mengalihkan sebagian besar pembiayaan ke segmen konsumer. Buah dari transformasi tersebut pun sudah bisa dipetik sejak tahun lalu.

Sebelum transformasi, seluruh pembiayaan BRI Finance digelontorkan di segmen komersial. Kontribusi pembiayaan konsumer mencapai sebesar 74% pada 2022. Adapun di 2023 ini BRI Finance menargetkan segmen konsumer berkontribusi hingga 82%.

"Kalau mayoritas pembiayaan sudah di konsumer, seperti halnya BRI (perusahaan induk) maka BRI Finance akan bermain di segmen mikro. Nasabahnya banyak, sumber pendapatannya pun tersebar. Jadi, buah transformasinya sudah mulai bisa dipetik sejak tahun-tahun kemarin," ujar Prima dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (21/5/2023).


Pencapaian porsi pembiayaan konsumer ini jauh melesat di atas ekspektasi awal perusahaan yakni sebesar 60% dan sisanya 40% untuk segmen komersial. Selanjutnya setelah handal di segmen konsumer ini, BRI Finance berkomitmen melakukan lompatan dengan strategi baru.

Prima menerangkan, BRI Finance turut merekomposisi portofolio segmen konsumer. Jika sebelumnya didominasi pembiayaan mobil baru, maka saat ini mulai diseimbangkan dengan pembiayaan mobil bekas, pembiayaan multiguna, dan refinancing.

Saat ini, komposisi pembiayaan mobil baru masih sekitar 76% terhadap portofolio segmen konsumer. Adapun mobil bekas berkontribusi sekitar 16%, dan sisanya multiguna serta refinancing. Prima merinci, ke depan komposisi pembiayaan mobil baru terhadap segmen konsumer maksimum di angka 45%. Sedangkan pembiayaan mobil bekas sekitar 22%, multiguna 12%, dan refinancing 10%.

"Jadi setelah transformasi dari komersial ke konsumer sudah jalan. Berikutnya kami merekomposisi aset untuk optimalisasi pendapatan, laba, dan penyebaran risiko," terang Prima.

Prima menjelaskan, kebijakan ini turut menengok pasar pembiayaan mobil bekas, refinancing, dan multiguna memiliki margin keuntungan yang lebih 'gemuk' dibandingkan dengan mobil baru. Bahkan, potensi pasar pembiayaan mobil bekas di Indonesia dinilai masih sangat besar.

ADVERTISEMENT

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebagai asosiasi industri mobil mencatat, penjualan kendaraan baru roda empat di kisaran 1 juta unit setiap tahun. Sedangkan penjualan mobil bekas, menurut Prima bisa mencapai 5 kali lipat dari mobil baru setiap tahun. Oleh karena itu, pembiayaan mobil bekas akan semakin serius digarap perseroan.

"Saat ini sedang memperkuat infrastrukturnya. Kami harus merekrut tenaga pemasar untuk pembiayaan mobil bekas. Saat ini sudah ada tapi jumlahnya masih kurang," jelas Prima.

Untuk segmen refinancing, kata dia, BRI Finance sedang melakukan penjajakan dengan salah satu perusahaan di bawah BRI Group yang bergerak di bidang outsourcing di mana pekerjanya dijadikan agen refinancing BRI Finance. "Jadi BRI Group akan kami gunakan sebagai enabler untuk agen refinancing kami," pungkas Prima.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia