Kinerja Unggul, 18 Bank Sabet Predikat Bank Terbaik 2023
JAKARTA, investor.id - Di tengah riuhnya kekhawatiran atas segala dampak dari gejolak skala global, sejumlah bank, mampu mencatatkan kinerja paling unggul di kelasnya masing-masing. Bank-bank unggulan ini dinilai berhasil mengeksekusi strategi sehingga mampu meredam dampak global, bahkan bisa tumbuh impresif.
Bank-bank berkinerja unggul mengemuka dalam ajang Pemeringkatan Bank 2023 versi Investor Daily. Tim juri yang terdiri atas pengamat perbankan Soebowo Musa dan pengamat pasar modal Hans Kwee, telah memutuskan untuk menetapkan sebanyak 18 pemenang bank terbaik berdasarkan kategori yang dibuat Otoritas Jasa Keuangan, yaitu POJK No 12/POJK.03/2021 tentang pengelompokan bank berdasar modal inti.
Selain bank-bank berkinerja terbaik, Tim Juri memilih satu bank umum nasional mendapatkan penghargaan khusus. karena dinilai konsisten dan paling sukses menjalankan transformasi digital.
Di jajaran bank kasta teratas dengan modal inti di atas Rp 70 triliun (KBMI IV), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), unggul sebagai “Top 3” Bank Terbaik 2023. Ketiganya mampu menunjukkan indikator kinerja yang sangat baik.
BRI yang mengusai aset tergemuk bank umum nasional sebesar Rp1.750,9 triliun, tercatat sebagai bank pelat merah di jajaran KBMI IV yang mampu memberikan NIM yang lebih tebal, yakni 6,8%. Sementara kualitas kredit dijaga apik dengan rasio NPL yang rendah di angka 0,73%.
Kemudian, Bank Mandiri dengan aset sebesar Rp 1.570,3 triliun, emiten berkode bursa BMRI ini memiliki rasio profitabilitas yang apik. Koleganya dari plat kuning, BCA pun punya kinerja yang ‘kinclong’. Mencatatkan aset sebesar Rp1.283,3 triliun.
BBCA juga mampu mencetak rasio return terhadap aset yang cukup solid di angka 3,19%. Sementara tingkat return berbanding ekuitas tercatat 21,7%, dengan rasio net interest margin (NIM) yang juga cukup gemuk di angka 5,34%, namun kualitas kredit mampu dijaga di level yang baik dengan rasio NPL yang rendah di 0,59%.
Pada kategori KBMI III dengan modal inti antara Rp 14 triliun – Rp 70 triliun, muncul nama-nama PT Bank Danamon Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk.
Selanjutnya kategori KBMI II dengan modal inti Rp 6 triliun – Rp 14 triliun, Tim Juri menetapkan PT Allo Bank Indonesia Tbk, kemudian PT Bank KEB Hana Indonesia Tbk dan PT Bank BNP Paribas Indonesia sebagai jawara. Masih pada bank umum nasional, terpilih juga tiga bank terbaik untuk kategori KBMI II atau bank dengan modal inti di bawah Rp 6 triliun. Bank-bank ini terdiri atas, PT Bank Mandiri Taspen, PT Bank Ina Perdana Tbk dan PT Bank Mestika Dharma Tbk.
Memperhatikan angka-angka yang ada, Ketua Tim Juri Pemeringkatan Bank 2022 Investor Daily Soebowo Musa menilai, kondisi individual bank-bank papan atas itu cukup baik. “Layak mendapat penghargaan,” urainya. Perbedaan kinerja antara tiga bank yang berada di urutan atas relatif tipis, sehingga juri sepakat untuk memilih tiga bank terbaik di masing-masing kategori. Penetapan tiga besar ini dinilai cukup representatif. Dalam pemeringkatan ini, bank dikelompokkan atas empat kategori berdasar kekuatan modal inti.
Tidak luput jadi perhatian adalah kinerja bank milik pemerintah daerah, yang ditempatkan pada kategori berbeda, yaitu kategori BPD dengan modal inti Rp 14 triliun sampai Rp 70 triliun, BPD dengan modal inti Rp 6 triliun sampai Rp 14 triliun, dan BPD dengan modal inti di bawah Rp 6 triliun. Pemenang bank kategori BPD ini terdiri dari, PT Bank Jawa Tengah, Bank DKI dan Bank Jawa Barat dan Banten Tbk. Ketiga bagi tadi meraih penghargaan untuk kategori BPD KBMI II. Sementara kategori BPD KBMI I ditempati oleh Bank Sulawesi Tenggara, Bank Sulawesi Tengah dan Bank Bali.
Adapun PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk dipilih oleh tim juri untuk mendapatkan Penghargaan Khusus di bidang Transformasi Digital. Soebowo Musa menyebut transformasi digital yang dilakukan BNI melalui pengembangan jaringan dan layanan digital serta mampu memenuhi kebutuhan nasabahnya berkontribusi besar terhadap pertumbuhan kinerja BNI. “Selain itu transformasi digital dilakukan secara BNI secara konsisten sejak beberapa tahun terakhir dan akan berkelanjutan sesuai kebutuhan dan perkembangan perbankan patut diapresiasi,” papar Soebowo.
Seleksi Awal
Tim Juri sepakat untuk menggunakan kriteria pemeringkatan yang telah diterapkan tahun sebelumnya. Sebelum pemeringkatan, seperti biasa dilakukan seleksi awal. Berdasarkan seleksi awal, bank yang diperingkat harus memenuhi persyaratan CAR (capital adequacy ratio) minimal 8% per Desember 2022, laporan keuangan tidak disclaimer, GWM (giro wajib minimum) 8% dengan memperhitungkan insentif LDR.
Untuk bank nasional, harus memiliki aset minimal Rp 1 triliun. Selain itu, bank harus mampu mencatat laba operasional dan laba bersih positif, serta tidak terkena sanksi dari otoritas.
Dari 107 bank yang beroperasi pada Mei 2023, hanya 75 bank diikutkan dalam pemeringkatan. Sisanya tidak diikutkan dalam pemeringkatan karena berbagai alasan, termasuk alasan mencatatkan laba operasional 2022 negatif.
Namun, tak semua bank yang tidak ikut diperingkat merupakan bank yang terganjal seleksi. Bank syariah misalnya, memang sengaja tidak diikutkan dalam pemeringkatan karena memiliki karakteristik khusus.
Bank asing juga tidak diikutkan dalam pemeringkatan. Jika lolos dari seleksi awal, barulah bank itu diperingkat dengan menggunakan 12 kriteria pemeringkatan. Proses pemeringkatan mengacu pada hasil penilaian terhadap masing-masing kriteria. Bank yang berada di posisi atas mendapat skor tertinggi sesuai rentang sebarannya, menyusul skor lebih rendah untuk rentang di bawahnya.
Parameter yang diukur dalam pemeringkatan ini adalah CAR Desember 2022, NPL (non performing loan) Desember 2022, ROA (return on aset) Desember 2022, ROE (return on equity) Desember 2022, NIM (net interest margin), BOPO (beban operasi dibandingkan pendapatan operasional), LDR (loan to deposit ratio), rasio pendapatan operasional nonbunga (pendapatan operasional lain dibandingkan dengan total pendapatan).
Tiga kriteria lain adalah pertumbuhan kredit 2021-2022, pertumbuhan laba operasi 2021-2022, dan rasio biaya terhadap aset. Sebagai lembaga intermediasi, tugas bank adalah menghimpun dana masyarakat, lalu menyalurkan dana tersebut dalam bentuk kredit. Makin besar kredit yang disalurkan, menunjukkan makin baik kinerja bank itu dalam menjalankan fungsi intermediasi. Tentu saja, penyaluran kredit harus dilandasi prinsip kehati-hatian dan analisis bisnis yang cermat.
Dalam rasio keuangan, penyaluran kredit suatu bank tercermin pada angka LDR. Rasio ini menunjukkan besarnya yang tersalur dibandingkan dengan dana masyarakat yang dihimpun. Mengingat fungsi perbankan sebagai lembaga intermediasi, maka indikator LDR ini dinilai penting. Sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, Perbankan Nasional diharapkan dapat mencapai LDR optimal pada kisaran 78- 94%.
Selain rasio LDR dan NPL, indikator NIM (net interest margin) dan permodalan juga mendapat perhatian. Pembobotan dipilah berdasar tiga kelompok kriteria, yaitu 5% untuk compliance (CAR dan LDR), 55% untuk performance dan 40% untuk growth. Setelah melalui proses pemeringkatan, terpilih 18 bank terbaik yang tersebar di masing-masing kelompok.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





