Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Usulkan PMN Askrindo dan Jamkrindo Rp 3 triliun, Begini Pertimbangannya

Penulis : Prisma Ardianto
5 Jun 2023 | 14:59 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (5/6/2023).
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (5/6/2023).

JAKARTA, Investor.id –  Kementerian BUMN mengusulkan penyertaan modal negara (PNM) tunai senilai Rp 3 triliun untuk PT Askrindo dan PT Jamkrindo. Penambahan modal ini bertujuan sebagai antisipasi lonjakan klaim penjaminan atas kredit usaha rakyat (KUR) tahun 2024-2025.


Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, PNM kepada Askrindo dan Jamkrindo diajukan kembali setelah sempat tertunda di tahun lalu. PNM nantinya akan disalurkan kepada induk Askrindo dan Jamkrindo, yakni Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding BUMN klaster Asuransi, Penjaminan, dan Investasi.

"Pasca Covid-19, peningkatan klaim kemungkinan terjadi pada 2024-2025 atau OJK mencabut relaksasi. Ada klaim KUR yang harus kita hadapi. Nah, kita harapkan IFG diperkuat permodalannya untuk peningkatan kapasitas penjaminan KUR," kata Kartika dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (5/6/2023).

ADVERTISEMENT

Besaran PMN tunai yang diusulkan Kementerian BUMN ini, lebih rendah dari kesempatan sebelumnya. Tahun lalu, PMN yang diminta untuk Askrindo dan Jamkrindo mencapai Rp 6 triliun, dimana masing-masing entitas akan menerima besaran yang sama yakni Rp 3 triliun.

Tujuan penggunaan PMN pun sama yaitu guna memastikan ketahanan modal dari Askrindo dan Jamkrindo. Perbedaannya, alasan kali ini potensi klaim yang menggulung akibat pencabutan kebijakan relaksasi restrukturisasi diprediksi bakal terjadi.

Sebelumnya, dana yang diharapkan cair memang lebih besar. Selain klaim-klaim penjaminan KUR yang secara perlahan menggerus permodalan, penyaluran KUR yang kian meningkat dari tahun ke tahun juga mesti diantisipasi. Sebab, kemampuan penjaminan KUR dari Askrindo dan Jamkrindo akan terbatas dengan modal yang tersisa.

Mengacu pada data historis penyaluran KUR, IFG membuat proyeksi penyaluran KUR sampai dengan beberapa tahun ke depan. Misalnya untuk tahun 2023, dimana target KUR sebesar Rp 285 triliun, tapi realisasi dapat menembus hingga Rp 452 triliun.


Ke depan, bank-bank juga akan semakin gencar menyalurkan kredit ke sektor UMKM, mengingat kehadiran Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang mewajibkan perbankan menyalurkan 20% dari total portofolio kreditnya kepada UMKM. 

Di satu sisi, suntikan dana segar ke Askrindo dan Jamkrindo diharapkan dapat membayarkan kewajibannya sebagai penjamin KUR ketika terjadi klaim yang masif. Di sisi lain, kedua entitas itu juga dapat terus melakukan penjaminan KUR untuk sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dari perbankan menyalurkan kredit ke sektor UMKM.  

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 18 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 50 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia