Jumat, 15 Mei 2026

Investasi SBN Ritel, Aman dan Menguntungkan

Penulis : Freddy Kamto
9 Jun 2023 | 13:46 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi.
Ilustrasi investasi.

JAKARTA, investor.id - Banyak orang yang merasa takut untuk memulai berinvestasi, mulai dari alasan takut rugi hingga takut investasi bodong. Sebagian Masyarakat masih beranggapan lebih mudah menginvestasikan dananya untuk beli rumah, investasi tanah, emas dan sebagainya. Untuk investasi di produk perbankan, masyarakat lebih familiar dengan produk tabungan dan deposito saja.

Selain tabungan dan deposito, masyarakat bisa mencoba alternatif produk investasi perbankan lain seperti obligasi dan reksa dana. Dengan berinvestasi pada produk obligasi atau reksa dana, investor memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan investasi pada deposito atau tabungan. Obligasi sendiri artinya adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan dengan janji pembayaran pokok dan kupon sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Bagi masyarakat yang baru mau mencoba berinvestasi pada produk obligasi, bisa memulai dengan berinvestasi pada produk SBN ritel yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan. Investasi SBN ritel cocok untuk investor yang baru mencoba investasi pada obligasi karena nominal investasi yang terjangkau dan aman karena dijamin oleh pemerintah melalui Undang-Undang. Dengan dana mulai Rp 1 juta, investor sudah bisa berinvestasi pada SBN ritel. Selain nominal investasi yang terjangkau dan aman, SBN ritel juga memberikan kupon yang lebih tinggi dibandingkan bunga deposito dan dibayarkan setiap bulan. Investor juga berpotensi mendapatkan keuntungan lain dalam bentuk capital gain atau keuntungan pokok dalam hal investor menjual obligasinya di harga yang lebih tinggi dibandingkan harga pembelian.

Pemerintah cukup rutin menerbitkan SBN ritel setiap tahunnya. Untuk tahun 2023 sendiri, pemerintah berencana menerbitkan 7 seri SBN ritel. Di bulan Juni ini pemerintah baru saja sukses menerbitkan SBN ritel seri ST010. Melihat antusiasme investor terhadap produk ST010 di mana target pemerintah yang hampir tercapai pada awal-awal masa penawaran, sehingga pemerintah sampai harus mengatur strategi dengan menerapkan penambahan kuota nasional per jam demi menjaga agar investor tetap dapat membeli ST010 hingga masa penawaran selesai. ST010 diterbitkan dengan 2 seri sekaligus yaitu ST010T2 untuk tenor 2 tahun & ST010T4 untuk tenor 4 tahun. ST010 memiliki fitur tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan imbal hasil mengambang mengikuti suku bunga acuan BI.

ADVERTISEMENT

Untuk investor yang tidak kebagian SBN ritel seri ST010 kemarin tidak perlu khawatir karena masih akan ada 4 seri SBN ritel lagi yang akan diterbitkan oleh pemerintah di sisa tahun 2023. Terdekat, Pemerintah akan mulai menawarkan SBN ritel seri ORI023 di akhir bulan Juni 2023. Fitur mendasar yang membedakan antara ORI023 dengan ST010 terletak pada fitur imbal hasil/kupon dan fitur perdagangan di pasar sekunder. SBN ritel seri ORI023 dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan memiliki tingkat kupon tetap hingga jatuh tempo.

Di tengah kondisi suku bunga yang sedang tinggi, investasi di SBN ritel cukup menjanjikan karena penerbit obligasi dalam memberikan tingkat kupon akan mengacu kepada tingkat suku bunga yang berlaku di Pasar. Produk SBN ritel juga cocok untuk investor yang memiliki pengalaman berinvestasi karena dapat dijadikan sebagai alternative portfolio nasabah.

Bank Danamon sebagai salah satu mitra distribusi yang ditunjuk oleh pemerintah berkomitmen untuk membantu menawarkan produk SBN ritel kepada nasabahnya. Untuk pembelian SBN ritel di Bank Danamon dapat dilakukan secara online melalui aplikasi D-Bank PRO. Investor dapat bersiap menunggu penerbitan ORI023 dengan cara melakukan pembuatan SID terlebih dahulu serta registrasi SID di ESBN. Investor dapat menghubungi cabang Bank Danamon terdekat untuk melakukan pembukaan SID investasi.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 15 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia