Investasi SBN Ritel, Aman dan Menguntungkan
JAKARTA, investor.id - Banyak orang yang merasa takut untuk memulai berinvestasi, mulai dari alasan takut rugi hingga takut investasi bodong. Sebagian Masyarakat masih beranggapan lebih mudah menginvestasikan dananya untuk beli rumah, investasi tanah, emas dan sebagainya. Untuk investasi di produk perbankan, masyarakat lebih familiar dengan produk tabungan dan deposito saja.
Selain tabungan dan deposito, masyarakat bisa mencoba alternatif produk investasi perbankan lain seperti obligasi dan reksa dana. Dengan berinvestasi pada produk obligasi atau reksa dana, investor memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan investasi pada deposito atau tabungan. Obligasi sendiri artinya adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan dengan janji pembayaran pokok dan kupon sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.
Bagi masyarakat yang baru mau mencoba berinvestasi pada produk obligasi, bisa memulai dengan berinvestasi pada produk SBN ritel yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan. Investasi SBN ritel cocok untuk investor yang baru mencoba investasi pada obligasi karena nominal investasi yang terjangkau dan aman karena dijamin oleh pemerintah melalui Undang-Undang. Dengan dana mulai Rp 1 juta, investor sudah bisa berinvestasi pada SBN ritel. Selain nominal investasi yang terjangkau dan aman, SBN ritel juga memberikan kupon yang lebih tinggi dibandingkan bunga deposito dan dibayarkan setiap bulan. Investor juga berpotensi mendapatkan keuntungan lain dalam bentuk capital gain atau keuntungan pokok dalam hal investor menjual obligasinya di harga yang lebih tinggi dibandingkan harga pembelian.
Pemerintah cukup rutin menerbitkan SBN ritel setiap tahunnya. Untuk tahun 2023 sendiri, pemerintah berencana menerbitkan 7 seri SBN ritel. Di bulan Juni ini pemerintah baru saja sukses menerbitkan SBN ritel seri ST010. Melihat antusiasme investor terhadap produk ST010 di mana target pemerintah yang hampir tercapai pada awal-awal masa penawaran, sehingga pemerintah sampai harus mengatur strategi dengan menerapkan penambahan kuota nasional per jam demi menjaga agar investor tetap dapat membeli ST010 hingga masa penawaran selesai. ST010 diterbitkan dengan 2 seri sekaligus yaitu ST010T2 untuk tenor 2 tahun & ST010T4 untuk tenor 4 tahun. ST010 memiliki fitur tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan imbal hasil mengambang mengikuti suku bunga acuan BI.
Untuk investor yang tidak kebagian SBN ritel seri ST010 kemarin tidak perlu khawatir karena masih akan ada 4 seri SBN ritel lagi yang akan diterbitkan oleh pemerintah di sisa tahun 2023. Terdekat, Pemerintah akan mulai menawarkan SBN ritel seri ORI023 di akhir bulan Juni 2023. Fitur mendasar yang membedakan antara ORI023 dengan ST010 terletak pada fitur imbal hasil/kupon dan fitur perdagangan di pasar sekunder. SBN ritel seri ORI023 dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan memiliki tingkat kupon tetap hingga jatuh tempo.
Di tengah kondisi suku bunga yang sedang tinggi, investasi di SBN ritel cukup menjanjikan karena penerbit obligasi dalam memberikan tingkat kupon akan mengacu kepada tingkat suku bunga yang berlaku di Pasar. Produk SBN ritel juga cocok untuk investor yang memiliki pengalaman berinvestasi karena dapat dijadikan sebagai alternative portfolio nasabah.
Bank Danamon sebagai salah satu mitra distribusi yang ditunjuk oleh pemerintah berkomitmen untuk membantu menawarkan produk SBN ritel kepada nasabahnya. Untuk pembelian SBN ritel di Bank Danamon dapat dilakukan secara online melalui aplikasi D-Bank PRO. Investor dapat bersiap menunggu penerbitan ORI023 dengan cara melakukan pembuatan SID terlebih dahulu serta registrasi SID di ESBN. Investor dapat menghubungi cabang Bank Danamon terdekat untuk melakukan pembukaan SID investasi.
Editor: Yurike Metriani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






