Tahun Politik, Standard Chartered Tetap Komitmen Berinvestasi di Indonesia
JAKARTA, investor.id - Standard Chartered PLC berkomitmen untuk terus berinvestasi di Indonesia. Mengingat, potensi ekonomi di Tanah Air ke depannya masih tetap prospektif, dan Indonesia juga salah satu mesin pertumbuhan Standard Chartered.
Standard Chartered Group Chairman Jose Vinals mengatakan, secara group, Standard Chartered memiliki tiga mesin pertumbuhan, yakni Tiongkok, India, dan kawasan Asean termasuk Indonesia. "Kami berkomitmen penuh untuk mengembangkan bisnis kami di Indonesia, yang merupakan pusat kegiatan ekonomi di Asean yang penting bagi Standard Chartered," ucap Jose di Jakarta, Kamis (15/6/2023).
Secara global, pihaknya optimistis terhadap prospek bisnisnya tahun ini, dan meningkatkan target return of tangible equity (ROTE) mendekati 10% untuk tahun ini dan di atas 11% pada tahun 2024. "Sejalan dengan arahan Standard Chartered Group, kami menargetkan pencapaian ROTE double digit," tutur Jose.
Selama periode 2019-2022, pihaknya mencapai pertumbuhan total aset dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 11% atau di atas bank-bank kompetitor. Untuk simpanan nasabah juga mencatatkan CAGR 112,2% dengan rasio dana murah (current account saving accoung/CASA) di atas 75% terhadap dana pihak ketiga (DPK). Hal ini menunjukkan pendanaan yang efektif dan berkelanjutan. Dari sisi permodalan pun tetap kuat dan terjaga di atas 20%.
"Kami sangat senang dengan kinerja Standard Chartered sebagai group, kami akan terus berinvestasi di Indonesia agar kami dapat membantu Indonesia terus tumbuh dan berkembang," tutur Jose.
Meskipun Indonesia tengah memasuki tahun pemilihan umum (pemilu), Jose melihat secara jangka panjang. Di mana menurut dia terlepas dari hasil pemilu, pihaknya tetap akan melanjutkan komitmennya dalam strategi investasi di Indonesia. Jose berharap, apapun yang menjadi hasil dari pemilu nantinya, pemerintah tetap memiliki kebijakan ekonomi yang tetap berpihak pada pembangunan sosial ekonomi Indonesia.
"Kami meninjaunya, tetapi ini adalah strategi jangka menengah dan panjang dan investasi yang telah kami buat. Dan kemitraan yang telah kami jalin, semua ini dengan pandangan jangka menengah, kami tidak akan mengubah arah karena pemilu," imbuh dia.
Jose pun menekankan bahwa aspek keberlanjutan akan terus menjadi bagian utama dari bisnis dan kegiatan operasional Standard Chartered secara global. Pada tahun 2021, pihaknya mengumumkan target untuk mencapai nol emisi karbon dalam kegiatan operasional pada tahun 2025 dan emisi nol bersih dalam kegiatan pembiayaan pada tahun 2050.
"Kami juga berencana untuk mengumpulkan dana sebesar US$ 300 miliar secara global untuk pembiayaan hijau dan transisi antara tahun 2021 dan 2030," ujar Jose.
Standard Chartered bangga dapat berpartisipasi dalam pembiayaan proyek seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas 145 MWac di Jawa Barat, Indonesia. Setelah selesai, PLTS ini akan menghasilkan energi listrik yang cukup untuk memberi daya pada 50.000 rumah dan mengimbangi emisi 214.000 ton CO2.
PLTS ini direncanakan menjadi pembangkit yang terbesar di Asia Tenggara dan akan menjadi langkah maju bagi Indonesia untuk mencapai target bauran sumber energi berkelanjutan sebesar 23% pada 2025.
"Kami juga merupakan rekenan pemerintah Indonesia dalam pendanaan JETP Indonesia yang baru saja diumumkan," sambung Jose.
Standard Chartered Group Chairman beserta jajaran komisaris dan direksi bank mengunjungi Jakarta untuk perayaan kehadiran Standard Chartered yang ke-160 tahun di Indonesia. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. Selain itu, kedatangan SC Group juga untuk memberikan literasi keuangan kepada siswa/siswi SMKN 19 Jakarta pada Selasa (13/6/2023).
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Tag Terpopuler
Terpopuler






