Argor Himpun Modal US$ 240 Juta untuk Dana Kelolaan
JAKARTA, investor.id – Argor Capital Management Pte. Ltd. (“Argor”) mengumumkan nama resminya, yang sebelumnya bernama Go Ventures, sekaligus menutup permodalan ventura keduanya. Tercatat, Argor mengumpulkan US$ 240 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun dalam bentuk komitmen modal untuk dana kelolaan kedua, serta beberapa fasilitas yang dikelola secara terpisah.
Sebagai informasi, pada 2020 Argor menutup permodalan ventura pertamanya dengan total komitmen US$ 175 juta, yang telah diinvestasikan di 19 perusahaan di Asia Tenggara. Yang mana telah berhasil menggalang pendanaan lanjutan dari investor pihak ketiga pasca mendapat investasi awal dari Argor, dengan total capaian US$ 1,4 miliar hingga saat ini.
Berdasarkan capaian dari permodalan ventura pertamanya, Go-Ventures memutuskan mengubah nama perusahaan menjadi "Argor" agar memperkuat kemandirian perusahaan serta memperluas kemampuan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan portofolionya.
Meski demikian, Argor tetap menjaga hubungan erat yang dimiliki dengan GoTo dan investor-investor perusahaan lainnya.
Aditya Kamath, mitra di Argor, mengatakan bahwa Argor merupakan nama unik yang berasal dari kombinasi kata ‘ardor (semangat)’, ‘rigor (tegas)’, dan ‘go (maju)’. Nama ini mencerminkan gairah serta semangat kemitraan yang tim miliki dalam berinvestasi, dan membantu perusahaan-perusahaan portofolio di Asia Tenggara untuk mengubah hidup jutaan orang menjadi lebih baik.
“Meskipun perubahan nama dilakukan pada masa ekspansi, kata ‘Go’ pada nama kami menjadi pengingat penting akan kesuksesan serta dukungan kuat yang telah kami terima dari GoTo serta para investor awal sejak perjalanan ini di mulai pada 2018,” ujar Aditya dalam keterangan pers.
Investor Argor pun telah berkembang signifikan dalam pendanaan kali ini. Bahkan investor dalam dana kelolaan kedua Argor, termasuk dana investasi milik pemerintah, investor institusional, dan perusahaan-perusahaan serta kantor-kantor keluarga dari Asia, Timur Tengah, Australia, Eropa, dan Amerika Serikat.
Walaupun GoTo tetap menjadi investor di dana kelolaan Argor, strategi dan keputusan investasi Argor tetap dilakukan secara independen, terpisah dari GoTo dan mitra terbatas lainnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada para investor yang telah mendukung langkah baru ini. Walau menghadapi tantangan makro secara global, kami tetap optimistis dengan potensi yang dimiliki ekosistem teknologi di Asia Tenggara, yang mana didukung oleh konsumsi serta adopsi teknologi di kalangan konsumen dan juga bisnis. Kami akan tetap fokus dalam mencari dan memberikan dukungan kepada startup-startup terbaik di Asia Tenggara”, tambah Aditya.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

