Jumat, 15 Mei 2026

Argor Himpun Modal US$ 240 Juta untuk Dana Kelolaan

Penulis : Happy Amanda Amalia
25 Jun 2023 | 22:13 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi. (Foto: IST)
Ilustrasi investasi. (Foto: IST)

JAKARTA, investor.id – Argor Capital Management Pte. Ltd. (“Argor”) mengumumkan nama resminya, yang sebelumnya bernama Go Ventures, sekaligus menutup permodalan ventura keduanya. Tercatat, Argor mengumpulkan US$ 240 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun dalam bentuk komitmen modal untuk dana kelolaan kedua, serta beberapa fasilitas yang dikelola secara terpisah.

Sebagai informasi, pada 2020 Argor menutup permodalan ventura pertamanya dengan total komitmen US$ 175 juta, yang telah diinvestasikan di 19 perusahaan di Asia Tenggara. Yang mana telah berhasil menggalang pendanaan lanjutan dari investor pihak ketiga pasca mendapat investasi awal dari Argor, dengan total capaian US$ 1,4 miliar hingga saat ini.

Berdasarkan capaian dari permodalan ventura pertamanya, Go-Ventures memutuskan mengubah nama perusahaan menjadi "Argor" agar memperkuat kemandirian perusahaan serta memperluas kemampuan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan portofolionya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Argor tetap menjaga hubungan erat yang dimiliki dengan GoTo dan investor-investor perusahaan lainnya.

Aditya Kamath, mitra di Argor, mengatakan bahwa Argor merupakan nama unik yang berasal dari kombinasi kata ‘ardor (semangat)’, ‘rigor (tegas)’, dan ‘go (maju)’. Nama ini mencerminkan gairah serta semangat kemitraan yang tim miliki dalam berinvestasi, dan membantu perusahaan-perusahaan portofolio di Asia Tenggara untuk mengubah hidup jutaan orang menjadi lebih baik.

“Meskipun perubahan nama dilakukan pada masa ekspansi, kata ‘Go’ pada nama kami menjadi pengingat penting akan kesuksesan serta dukungan kuat yang telah kami terima dari GoTo serta para investor awal sejak perjalanan ini di mulai pada 2018,” ujar Aditya dalam keterangan pers.

Investor Argor pun telah berkembang signifikan dalam pendanaan kali ini. Bahkan investor dalam dana kelolaan kedua Argor, termasuk dana investasi milik pemerintah, investor institusional, dan perusahaan-perusahaan serta kantor-kantor keluarga dari Asia, Timur Tengah, Australia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Walaupun GoTo tetap menjadi investor di dana kelolaan Argor, strategi dan keputusan investasi Argor tetap dilakukan secara independen, terpisah dari GoTo dan mitra terbatas lainnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada para investor yang telah mendukung langkah baru ini. Walau menghadapi tantangan makro secara global, kami tetap optimistis dengan potensi yang dimiliki ekosistem teknologi di Asia Tenggara, yang mana didukung oleh konsumsi serta adopsi teknologi di kalangan konsumen dan juga bisnis. Kami akan tetap fokus dalam mencari dan memberikan dukungan kepada startup-startup terbaik di Asia Tenggara”, tambah Aditya.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia