Lunasi Utang Klaim Rp 600 Miliar ke RSCM, BPJS Kesehatan dalam Kondisi Sehat
JAKARTA, Investor.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) telah membayar lunas utang klaim ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) senilai Rp 600 miliar. Pembayaran klaim ini menjadi satu dari beberapa indikator posisi keuangan BPJS Kesehatan dalam keadaan baik.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menerangkan, program JKN sempat defisit sebelum tahun 2021, sehingga sebagian klaim yang diajukan rumah sakit tidak terbayarkan. Bahkan, tersendatnya klaim memicu beberapa rumah sakit kesulitan dalam pengelolaan dan memberikan layanan kesehatan yang optimal.
Namun, terang dia, , berkat kerja keras dari manajemen sebelumnya dan diteruskan oleh manajemen saat ini. Kini dana jaminan sosial (DJS) kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan sudah dalam posisi surplus. Dapat dipastikan tidak ada hutang terkait klaim dari rumah sakit, seperti yang pernah dialami oleh RSCM.
"BPJS Kesehatan waktu itu punya hutang (ke RSCM), utang sekitar Rp 500-600 miliar. Jadi banyak sekali sehingga menemui kesulitan," ungkap Ghufron dalam Public Expose BPJS Kesehatan di Jakarta, Selasa (18/7/2023).
Ghufron pun mengimbau, rumah sakit yang memiliki tagihan klaim yang masih menunggak agar segera melapor ke BPJS. Tagihan itu dapat dipastikan tuntas cepat, jika persyaratan sudah sesuai. Adapun dalam realisasinya, rata-rata klaim dibayarkan BPJS Kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) telah lebih cepat menjadi 12,3 hari kerja dan 14,07 hari kerja untuk fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL).
Lebih dari melunasi utang maupun tagihan, BPJS Kesehatan sejak tahun 2022 turut memberikan uang muka pelayanan kesehatan minimal 30% dari nilai klaim. Namun, uang muka itu hanya diberikan kepada fasilitas kesehatan (faskes) berkinerja baik.
Menurut Ghufron, pendekatan uang muka pelayanan kesehatan adalah bagian dari upaya mendukung kualitas kesehatan dari sisi penyedia infrastruktur, khususnya agar penyedia faskes dapat menjaga arus kasnya. Berdasarkan catatan BPJS Kesehatan sepanjang 2022, uang muka layanan kesehatan telah diberikan kepada 333 faskes senilai Rp 5,4 triliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






