Kuartal II, Transaksi Uang Elektronik Tumbuh 14,82%
JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menyatakan nilai transaksi uang elektronik (UE) mencapai Rp 111,35 triliun pada kuartal II-2023. Angka ini meningkat 14,82% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 (year on year/yoy). Sedangkan nilai transaksi bank digital tercatat Rp 13.827 triliun atau tumbuh 11,6% (yoy).
“Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Bulanan Dewan Gubernur BI Bulanan Bulan Juli 2023 di Gedung BI Thamrin, Jakarta, Selasa (25/7/2023).
Sementara itu, nominal transaksi QRIS terus menunjukkan pertumbuhan sebesar 104,64% (yoy) mencapai Rp 49,65 triliun, dengan jumlah pengguna 37 juta dan jumlah merchant 26,7 juta yang sebagian besar UMKM.
Perry mengatakan, BI terus mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk inklusi ekonomi keuangan dan kerja sama antarnegara. Berkaitan itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp 2.115,57 triliun atau tumbuh 3,0% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang rupiah, jumlah uang kartal yang eiedarkan (UYD) pada kuartal II-2023 meningkat 8,74% (yoy) sehingga menjadi Rp 992,2 triliun.
“BI terus memastikan ketersediaan uang rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI, antara lain dengan melanjutkan kerja sama kelembagaan dalam pengedaran uang rupiah ke daerah 3T (Terluar, Terdepan, Terpencil) melalui kegiatan kas keliling, kas titipan, dan Ekspedisi Rupiah Berdaulat,” kata Perry.
Sementara itu nilai tukar rupiah secara year to date (ytd) tercatat menguat 3,63% ptp dari level akhir Desember 2022, lebih kuat dibandingkan dengan apresiasi peso Filipina, rupee India, dan baht Thailand yang masing-masing sebesar 1,78%, 1,11%, dan 0,42%. Nilai tukar rupiah terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia.
“Ke depan, dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global, BI memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat ditopang oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, inflasi yang rendah, imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik, dan dampak positif dari implementasi PP 36/2023 tentang DHE SDA,” pungkas dia.
Editor: Thomas Harefa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






