Minggu, 21 Juni 2026

Buntut Nasabah AdaKami Bunuh Diri, AFPI Buka Suara

Penulis : Nida Sahara
21 Sep 2023 | 12:59 WIB
BAGIKAN
Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko pada acara AFPI Media Gathering yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (22/10). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto
Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko pada acara AFPI Media Gathering yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (22/10). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil fintech peer to peer lending AdaKami dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Pemanggilan ini usai ramainya bahasan mengenai korban teror yang dilakukan oknum desk collection (DC) hingga nasabah mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

AdaKami dan AFPI telah memenuhi panggilan OJK pada Rabu (20/9/2023) dan akan ada panggilan lanjutan hari ini, Kamis (21/9/2023) untuk memaparkan kronologis dan bukti-bukti berdasarkan data yang terkumpul secara faktual. 

Sekretaris Jenderal AFPI Sunu Widyatmoko dalam keterangannya mengatakan, sebagai asosiasi, AFPI akan menindaklanjuti dengan mengecek apakah benar ada pelanggaran yang dilakukan anggotanya yang bersangkutan dengan kasus ini dengan tidak menjalankan proses bisnis sesuai code of conduct atau ada pihak lain yang mengatasnamakan anggota AFPI.

ADVERTISEMENT

“Untuk kasus ini AFPI, kita harus cek, apakah ini sebenarnya AdaKami melakukan kesalahan atau ada pinjol (pinjaman online) ilegal lain yang sengaja mencari masalah dengan mencatut nama AdaKami, platform berizin OJK anggota AFPI,” ungkap Sunu, Kamis (21/9/2023)

Sunu menambahkan AFPI selalu melakukan pengawasan terhadap semua anggotanya yang merupakan platform fintech p2p lending berizin OJK terkait agar tetap mematuhi regulasi dan code of conduct yang berlaku.

“Untuk itu, kami justru terus mengimbau ke semua pihak, termasuk media, tolong disampaikan bukti detail nasabah ke AdaKami atau kalau tidak berkenan, bisa disampaikan melalui AFPI terkait nama dan NIK debitur tersebut supaya investigasi bisa diselesaikan secara faktual,” ucap Sunu.

Sunuh berharap, permasalahan ini dapat dituntaskan dan menentukan pihak yang bersalah, sehingga tidak hanya didasarkan pada asumsi seperti saat ini.

Adapun, kabar bermula dari sebuah utas akun @rakyatvspinjol di platform X pada Minggu (17/9/2023). Dijelaskan bahwa ada nasabah AdaKami yang menjadi korban teror DC karena tidak bisa membayar pinjamannya. Korban meminjam uang di AdaKami sebesar Rp 9,4 juta dan harus mengembalikan uang hampir Rp 19 juta kepada AdaKami.

Ketika korban memiliki kesulitan pembayaran dan telat bayar, mulai diteror DC AdaKami. Teror DC pula yang menyebabkan korban dipecat dari kantornya lantaran menganggu.

Karena tidak menceritakan kejadian kepada keluarganya, istri korban dan anaknya pulang ke rumah orangtuanya. "Nah seetelah itu, teror order fiktif Gojek/Gofood pun berdatangan. Dalam 1 hari, ada 5-6 order fiktif yang datang ke rumahnya. Driver ojol kadang ada yang mengerti kalau itu order fiktif, namun ada juga yang ngotot disuruh bayar," tulis akun @rakyatvspinjol.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 27 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 58 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia