Buntut Nasabah AdaKami Bunuh Diri, AFPI Buka Suara
Karena banyaknya orderan fiktif, keluarga besar berusaha mediasi korban dan istrinya. Dan baru diketahui, korban memiliki tunggakan pinjaman di AdaKami. Dikarenakan takut akan teror yang terus dilakukan, sang istri dan anak korban memilih tetap di rumah orangtua. Sedangkan, korban mengakihi hidupnya dengan cara bunuh diri.
Bahkan, usai korban meninggal dunia, pihak keluarga masih terus mendapatkan teror dari DC AdaKami yang tidak percaya perkataan keluarga korban. "Teror DC AdaKami masih terus berlanjut, mereka masih terus mengirimkan order fiktir Gofood ke rumah K, meskipun K sudah meninggal dunia. Padahal rumah tersebut sedang dijual dengan harga murah, karena rumah tersebut pernah dipakai untuk bunuh diri," tulis akun @rakyatvspinjol.
Kasus tersebut juga pernah sampai ke pihak kepolisian, dan ditemukan surat terakhir yang ditulis oleh korban yang sangat jelas bahwa AdaKami telah merusak hidupnya.
Dari utas tersebut, warganet pun banyak yang merespons dengan pengalamannya meminjam uang di AdaKami. Di mana tertulis jumlah pinjaman pada 5 September 2023 sebesar Rp 3,7 juta dengan tenor sembilan bulan. Rinciannya adalah pokok yang diberikan Rp 3,7 juta, biaya layanan sebesar Rp 3.420.018, kemudian bunga Rp 187.460, PPN Rp 159.178.
Dari rincian tersebut terlihat bahwa biaya layanan saja mencapai 92,43% dari pinjaman pokok yang diberikan. Sehingga, secara total nasabah harus mengembalikan pinjaman pokok dan biaya lainnya sebesar Rp 7.466.656.
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





